DEMAK, Jatengnews.id – Ratusan pecinta sepeda tua yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Demak menggelar kegiatan ngontel bareng bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak.
Acara ini berlangsung meriah di Desa Bango, Kecamatan Demak, dan sebagai bentuk silaturahmi antarpenggemar sepeda antik dari berbagai klub di bawah naungan KOSTI Demak.
Baca juga : Ribuan Peserta Parade Sepeda Tua pada Pre Event FORDA KORMI Jateng 2024
Ketua KOSTI Demak, H. Suli Efendi, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan bergantian di seluruh klub anggota.
“Ini sebagai ajang temu kangen dan silaturahmi antaranggota, agar tetap terjalin persaudaraan dan soliditas dalam melestarikan barang antik,” ujar H. Suli, Senin (3/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta melakukan ngontel bareng milangkori mengelilingi Desa Bango, yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Bango bersama Ketua Klub Rosela Bango. Acara juga dimeriahkan dengan pemberian cinderamata berbahan akrilik dari Klub Rosela kepada para ketua klub yang hadir sebagai bentuk kenang-kenangan.
Sekda Demak, Ahmad Sugiharto, yang turut hadir dan berbaur bersama para peserta, memberikan apresiasi atas semangat komunitas dalam menjaga warisan budaya bangsa melalui sepeda tua.
“Komunitas ini bukan hanya melestarikan sepeda tua, tapi juga menghidupkan kembali kenangan masa lalu, di mana orang tua bahkan kakek-nenek kita menggunakan sepeda ini untuk berjuang, bekerja, dan beraktivitas,” tutur Ahmad Sugiharto di hadapan ratusan anggota KOSTI.
Sementara itu, salah satu peserta, Slamet Riyadi, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Selain bisa berolahraga, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi dan mengingatkan kami pada nilai-nilai perjuangan masa lalu. Sepeda tua ini punya cerita dan semangat yang tak lekang oleh waktu,” ujarnya.
Baca juga : Demo Tolak Politik Dinasti, Mahasiswa Jebol Gerbang Kantor DPRD Jateng
KOSTI Demak berharap, melalui kegiatan triwulan ini–bisa terus menunjukkan peran aktifnya dalam melestarikan sejarah dan budaya melalui sepeda tua, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di antara para pecintanya. (03)




