29 C
Semarang
, 25 Februari 2026
spot_img

Gunakan Google Spreadsheet, Mahasiswa KKN UNDIP Optimalkan Sistem Inventory Peternakan BUMDes di Desa Pagak

Digitalisasi pencatatan stok diperkenalkan sebagai solusi praktis untuk mencegah kekurangan bahan baku dan meningkatkan akurasi pengelolaan sarana peternakan BUMDes Desa Pagak.

Sragen, JatengNews.id — Mahasiswa KKN Tim I 2026 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengenalkan sistem inventory berbasis Google Spreadsheet guna meningkatkan efisiensi supply chain management pada peternakan BUMDes Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Selasa (4/2/2026).

Program ini bertujuan membantu pengelola peternakan dalam mengelola stok bahan baku, sarana prasarana, serta alur pemasok secara lebih tertata dan real-time.

Supply Chain Management (SCM) merupakan aspek krusial dalam operasional usaha karena mengatur aliran barang, informasi, dan sumber daya dari pemasok hingga ke konsumen akhir.

Namun, masih banyak pengelolaan peternakan yang belum memiliki sistem manajemen persediaan yang terstruktur.

Kondisi tersebut kerap menimbulkan masalah seperti kekurangan stok bahan baku, pencatatan yang tidak akurat, hingga pembengkakan biaya operasional.

Melihat tantangan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP, Khopipah Safitri, menghadirkan solusi digital sederhana melalui pemanfaatan Google Spreadsheet sebagai alat bantu pencatatan dan pemantauan inventory.

Melalui sistem ini, setiap barang masuk dan keluar dapat dicatat secara sistematis.

Data stok dapat dipantau secara lebih akurat sehingga meminimalkan risiko kekurangan maupun kelebihan persediaan.

Kegiatan bimbingan dilaksanakan langsung di lokasi peternakan BUMDes Desa Pagak dan disambut oleh pengurus pengelola setempat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan teoritis mengenai manajemen supply chain, tetapi juga melakukan simulasi penggunaan Google Spreadsheet secara langsung.

Mahasiswa menyiapkan template sederhana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha.

Dengan format yang mudah digunakan, pengelola diharapkan mampu mengimplementasikan sistem tersebut dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Melalui program kerja ini, pengelola peternakan diharapkan dapat lebih profesional dalam mengelola supply chain management.

Sistem yang lebih tertata diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam mendorong pemberdayaan inventory berbasis teknologi digital di tingkat desa.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN