SEMARANG, Jatengnews.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Kamis (26/2/2026) sore memicu banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di Kecamatan Ngaliyan. Bencana terjadi hampir bersamaan sekitar pukul 16.00 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, banjir terjadi di Jalan Nangka RT 02 RW 02, Kelurahan Wates. Luapan berasal dari DAS Mbalong Sawogok yang tidak mampu menampung debit air.
Sebanyak 82 warga terdampak, termasuk sembilan balita dan enam lansia. Tidak ada korban jiwa.
“Curah hujan tinggi menyebabkan debit air di saluran meningkat drastis. Di Wates, DAS Mbalong Sawogok meluap dan menggenangi rumah warga. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun puluhan warga terdampak,” kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, Jumat (27/2/2026) dini hari.
Tanah longsor terjadi di Jalan Nduwet Lawas RT 03 RW 04, Kelurahan Bringin, akibat saluran air jebol setinggi 3,5 meter dan lebar 30 meter di area Rumah Makan Kandang Ingkung. Longsoran menimpa satu mobil warga.
Tak jauh dari lokasi longsor, angin puting beliung merusak atap Masjid Baitul Taqwa dan plafon teras berukuran 8×3 meter. Kerugian material ditaksir Rp7 juta. Endro memastikan koordinasi lintas instansi telah dilakukan dan petugas siap menangani potensi bencana lanjutan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Warga diminta segera melapor ke RT/RW atau kelurahan jika terjadi kondisi darurat.
Berdasarkan prakiraan BMKG, Kota Semarang masih berpotensi hujan ringan dengan suhu 23–28 derajat Celsius dan kelembapan 70–95 persen hingga Jumat pagi.(02)



