30 C
Semarang
, 12 Maret 2026
spot_img

Hadapi Lonjakan Transaksi Lebaran, Bank Mandiri Perkuat Uang Tunai dan Layanan Digital

Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Wilayah Semarang menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,18 triliun selama periode 6–25 Maret 2026.

SEMARANG, Jatengnews.id – Bank Mandiri menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Hal ini sejalan dengan tema Ramadan tahun ini, “Hargai Momen Keberkahan, Tunaikan Ibadah Penuh Ketakwaan.”

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan transaksi masyarakat, Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Wilayah Semarang menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,18 triliun selama periode 6–25 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,797 triliun dialokasikan untuk pengisian ATM dan CRM.

Nilai tersebut meningkat 17,92% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,54 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan proyeksi naiknya aktivitas transaksi masyarakat selama Ramadan hingga puncak arus mudik dan Idul Fitri.

Secara nasional, Bank Mandiri menyiapkan uang tunai sebesar Rp44 triliun pada periode yang sama, meningkat sekitar 5% yoy dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp41,9 triliun. Penyediaan likuiditas ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga momentum konsumsi domestik serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Regional CEO Region VII/Jawa 2 Wilayah Semarang Iwan Tri Imawan mengatakan, kesiapan tersebut disusun melalui perencanaan likuiditas yang prudent berbasis proyeksi transaksi nasional serta didukung optimalisasi infrastruktur distribusi dan teknologi.

“Penyediaan uang tunai ini merupakan bentuk komitmen Bank Mandiri dalam memastikan kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal melalui jaringan layanan yang terintegrasi,” ujar Iwan dalam keterangan resminya, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan, secara nasional kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari. Peningkatan ini didorong oleh naiknya aktivitas konsumsi masyarakat, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri.

Selain menyiapkan uang tunai, Bank Mandiri juga memastikan kelancaran transaksi non-tunai dengan menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast untuk periode 18–25 Maret 2026, atau sekitar Rp2,5 triliun per hari.

Bank Mandiri juga memastikan kesiapan seluruh kanal layanan elektronik selama periode libur Lebaran. Secara nasional, perseroan mengoperasikan sekitar 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC. Khusus di Region VII/Jawa 2 Wilayah Semarang, tersedia 1.202 unit ATM/CRM dan 32.164 mesin EDC yang siap melayani kebutuhan transaksi nasabah.

Nasabah juga dapat memanfaatkan layanan digital melalui super app Livin’ by Mandiri yang saat ini telah digunakan oleh 37,9 juta pengguna. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai layanan transaksi, mulai dari cek saldo, transfer dana, pembayaran tagihan, top up e-money dan e-wallet, hingga pembayaran menggunakan QRIS.

“Melalui fitur top up Mandiri e-money di Livin’ by Mandiri, nasabah yang melakukan perjalanan melalui tol dapat melakukan pengisian saldo dengan mudah kapan saja dan di mana saja,” tambah Iwan.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik, Bank Mandiri juga menyiapkan stok sekitar 1,1 juta kartu Mandiri e-money yang tersedia di kantor cabang, jaringan ritel seperti Indomaret dan Alfamart, platform e-commerce, serta vending machine di sejumlah titik transportasi.

Bank Mandiri optimistis berbagai langkah tersebut dapat menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional selama momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN