27 C
Semarang
, 12 Maret 2026
spot_img

Pemkot Semarang Matangkan Persiapan Lebaran Lewat Rakor Forkopimda dan HLM TPID

Berdasarkan proyeksi yang dibahas dalam rapat, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 18–20 Maret 2026

SEMARANG, Jatengnews.id – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Semarang memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan daerah menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Forkopimda dan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Kamis (12/3).

Pertemuan ini dihadiri berbagai unsur Forkopimda, instansi vertikal, kepala perangkat daerah, para camat, serta stakeholder strategis seperti Bank Indonesia, Pertamina, PT KAI, Pelindo, BMKG, dan Bulog.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina menekankan pentingnya kesiapan Kota Semarang sebagai salah satu titik utama perlintasan pemudik di Pulau Jawa.

Menurutnya, koordinasi antarinstansi diperlukan untuk memastikan keamanan wilayah, kelancaran transportasi, serta stabilitas harga kebutuhan pokok selama periode Lebaran.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Lokakrida, Gedung Balai Kota Semarang, Kamis (12/3/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Lokakrida, Gedung Balai Kota Semarang, Kamis (12/3/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)

Berdasarkan proyeksi yang dibahas dalam rapat, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 18–20 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 23–24 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Pemkot Semarang juga telah memetakan sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas, antara lain kawasan Gerbang Tol Kalikangkung, Krapyak, Banyumanik, Jatingaleh, Gayamsari, hingga Kaligawe.

Selain pengaturan lalu lintas, pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan layanan kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta dukungan layanan publik lainnya.

Dalam forum HLM TPID, turut dibahas upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Data terakhir menunjukkan inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 mencapai 4,65 persen (year on year).

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Pemkot Semarang bersama TPID terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.

Pemerintah kota juga memastikan kesiapan layanan publik seperti kesehatan, transportasi, keamanan, kebersihan, serta jaringan komunikasi dan CCTV selama masa Lebaran.

Sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat, Pemkot Semarang kembali menghadirkan program Mudik Gratis 2026 dengan menyediakan 12 armada bus yang melayani perjalanan warga dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya.

Agustina berharap berbagai langkah yang telah disiapkan dapat memastikan masyarakat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

“Melalui sinergi seluruh pihak, kami ingin memastikan Kota Semarang tetap aman, tertib, dan kondusif selama masa mudik hingga perayaan Idul Fitri,” ujarnya. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN