31 C
Semarang
, 13 Maret 2026
spot_img

BI Jateng Gelar Road to Forum PUSAKA 2026, Dorong Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Forum PUSAKA yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

SEMARANG, Jatengnews.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Road to PUSAKA Jateng (Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah) 2026 pada 11 Maret 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Mendorong Sumber Pertumbuhan Baru Untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah yang Tinggi, Inklusif dan Berkelanjutan.”

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan Forum PUSAKA yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, forum tersebut bertujuan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif melalui diskusi panel serta kompetisi karya tulis ilmiah.

“Forum ini menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan perekonomian daerah,” ujarnya.

Kegiatan Road to Forum PUSAKA Jateng menjadi pembuka rangkaian acara PUSAKA 2026 yang meliputi Call for Paper atau kompetisi karya ilmiah, workshop penulisan ilmiah, seminar ekonomi, hingga acara puncak Forum PUSAKA Jateng yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.

Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Ketua I ISEI Cabang Semarang Koordinator Jawa Tengah, Prof. Dr. Harjum Muharam.

Dalam sambutannya, Noor Nugroho menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Tengah dalam satu dekade terakhir—di luar periode pandemi Covid-19—tumbuh sekitar 5 persen. Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029, diperlukan strategi yang lebih kuat.

Salah satu strategi yang dinilai potensial adalah pengembangan sektor pariwisata yang memiliki efek pengganda besar terhadap sektor jasa dan ekonomi kreatif, dengan dukungan pembiayaan yang memadai.

Selain itu, integrasi industri halal, pembiayaan syariah, serta pariwisata ramah muslim dinilai berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan menjadikan Jawa Tengah sebagai kandidat hub ekonomi syariah regional.

“Pengembangan industri hijau serta digitalisasi sistem pembayaran juga menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, juga digelar seminar ekonomi yang membahas upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Erna Widiastuti dari Bappeda Jawa Tengah, Eko B. Supriyanto selaku Pemimpin Redaksi Infobank Media Group sekaligus Ketua Komunikasi Strategis ISEI Pusat, serta Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif INDEF. Diskusi dipandu oleh moderator Prof. Dr. Euis Soliha.

Dalam paparannya, Erna Widiastuti menjelaskan arah kebijakan perencanaan pembangunan daerah Jawa Tengah periode 2025–2029 beserta sejumlah isu strategis yang dihadapi.

Sementara itu, Eko B. Supriyanto menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, termasuk memaksimalkan potensi ekosistem halal sebagai sumber pertumbuhan baru di Jawa Tengah.

Adapun Esther Sri Astuti menyoroti pentingnya riset dan kajian ekonomi dalam mendukung ketahanan serta transformasi ekonomi daerah.

Forum PUSAKA Jateng 2026 nantinya akan lebih fokus membahas berbagai persoalan ekonomi daerah melalui pendekatan studi kasus serta mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dalam RPJMD 2025–2029.

Melalui kompetisi Call for Paper, berbagai kalangan seperti akademisi, praktisi ekonomi, pengamat, hingga masyarakat umum diharapkan dapat berkontribusi memberikan gagasan dan solusi atas isu strategis perekonomian daerah.

Ke depan, Forum PUSAKA Jateng diharapkan mampu memberikan masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi Jawa Tengah.

Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, pemerintah daerah optimistis berbagai tantangan ekonomi dapat dihadapi sekaligus mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN