SEMARANG, Jatengnews.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah memanggil perusahaan penyedia jasa tenaga kerja PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) untuk memberikan klarifikasi pada Selasa (7/4/2026).
Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut atas laporan Satpam BRI yang mengeluhkan masalah jam kerja serta jadwal libur yang hanya satu kali dalam sebulan diwilayah BRI Regional Office (RO) Semarang (area Jawa Tengah).
Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, menjelaskan bahwa PT PKSS merupakan pihak outsourcing penyedia jasa satpam untuk BRI Kanwil Semarang.
“Iya Mas, kemarin sudah kami panggil untuk klarifikasi atas laporan dari salah seorang satpam BRI di Kanwil Semarang,” ujar Aziz kepada Jatengnews.id, Rabu (8/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Aziz meminta PT PKSS menambah jumlah personel di setiap lokasi kerja.
“Kami meminta mereka menambah personel agar jumlah shift bisa bertambah. Saat ini, setiap kantor hanya memiliki tiga pekerja, sehingga jatah libur mereka menjadi sangat terbatas,” sambungnya.
Selain menambah orang, Disnakertrans juga menyarankan agar PKSS memberikan kelonggaran bagi para satpam untuk mengatur jadwal shift mereka sendiri. Opsi pengaturan mandiri ini menjadi solusi alternatif jika PT PKSS tidak mampu menambah tenaga kerja baru.
Aziz menambahkan bahwa PT PKSS akan mempertimbangkan alternatif tersebut bersama pihak BRI RO Semarang. “Pihak outsourcing sedang melaporkan hal ini ke BRI. Nanti kita tunggu informasinya seperti apa, kami akan terus memantau dan memonitor perkembangannya,” jelas Aziz.
Di sisi lain, Branch Manager PKSS Semarang, Rusmanto, membantah bahwa pertemuan tersebut merupakan pemanggilan paksa dari pihak kedinasan. Ia mengklaim pertemuan itu terjadi atas kemauan perusahaan.
“Untuk pertemuan kemarin merupakan inisiatif dari kami, Mas. Demikian informasi sementara yang dapat saya sampaikan,” jawabnya saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4/2026).
Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai hasil detail pertemuan tersebut, Rusmanto tidak memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan. (01)



