UNGARAN, Jatengnews.id – Direktur Pusat Sains Lanskap Berkelanjutan (PSLB) INSTIPER, Agus Setyarso, mendorong para petani kakao atau cokelat untuk beralih ke sistem smart agroforestry.
Langkah ini bertujuan agar petani tidak lagi menggantungkan pendapatan mereka hanya pada satu jenis komoditas, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani di tengah fluktuasi harga pasar.
Agus menegaskan bahwa para petani kakao saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim hingga serangan hama. Oleh karena itu, PSLB INSTIPER menawarkan solusi berupa integrasi lahan kakao dengan tanaman produktif lainnya.
“Petani kakao tidak boleh hanya mengandalkan satu sumber pendapatan. Melalui smart agroforestry, petani bisa menanam kopi, karet, aren, hingga kelapa di sela-sela pohon kakao mereka. Strategi ini memberikan nilai ekonomi tambahan dan menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi tanaman utama,” ujar Agus disela-sela menghadiri pelatihan di KP2 INSTIPER Ungaran, Rabu (15/4/2026).
Guna mendukung transformasi tersebut, PSLB INSTIPER menggandeng CIRAD (lembaga riset Prancis) dalam program INDOKAKAO. Program ini secara khusus menyasar peningkatan kualitas budidaya dan penguatan rantai nilai kakao nasional agar mampu menembus standar pasar global.
Jean-Marc Roda, Regional Director CIRAD untuk Asia Tenggara, menjelaskan bahwa INDOKAKAO membantu petani kakao mendesain ulang lahan mereka berbasis data lanskap. Pendekatan ini memastikan setiap hektare lahan menghasilkan produktivitas maksimal tanpa merusak lingkungan.
“Kami membekali petani kakao dengan teknologi dan metode yang meningkatkan ketahanan ekologis. Dengan begitu, petani tetap mampu memanen hasil berkualitas meski menghadapi perubahan iklim yang ekstrem,” kata Jean-Marc.
Tak hanya memberikan teori, PSLB INSTIPER juga menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para pendamping dan pemimpin kelompok tani kakao yang berlangsung mulai 14–17 April 2026. Sebanyak 30 peserta mempelajari teknik budidaya modern yang mengintegrasikan kakao dengan pohon pelindung.
Agus berkomitmen bahwa pihaknya tidak akan melepas petani begitu saja setelah pelatihan usai. PSLB INSTIPER justru mengedepankan program pendampingan jangka panjang.
“Kami mengirimkan tim untuk mendampingi petani secara langsung di lapangan. Kami memastikan mereka benar-benar menerapkan inovasi budidaya ini hingga terlihat dampak nyatanya pada peningkatan jumlah panen dan kesejahteraan keluarga petani,” pungkas Agus. (01).



