Mohammad Saleh Soroti Angka Pengangguran Jateng: Atasi Mismatch Lewat Kolaborasi Industri

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Jawa Tengah pada Agustus 2025 mencapai 1,04 juta orang.

SEMARANG, Jatengnews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai angka pengangguran yang masih tinggi di Jawa Tengah sebagai pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.

Ia mengidentifikasi ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri (mismatch) sebagai salah satu pemicu utama persoalan tersebut.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Jawa Tengah pada Agustus 2025 mencapai 1,04 juta orang. Angka ini hanya turun sekitar 7.000 orang dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Mohammad Saleh memandang penurunan tipis tersebut sebagai tanda bahwa upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran belum menyentuh akar permasalahan secara optimal.

“Penurunan yang sangat kecil ini harus menjadi perhatian kita bersama. Ini menunjukkan bahwa strategi penanganan pengangguran saat ini perlu evaluasi total,” tegas Saleh, Minggu (19/4).

Saleh berargumen bahwa tingginya angka pengangguran tidak hanya terjadi karena minimnya lapangan kerja, tetapi juga akibat lebarnya kesenjangan keterampilan (skill gap). Banyak lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang belum siap masuk ke dunia kerja karena tidak memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Untuk merespons kondisi tersebut, Saleh mendorong beberapa langkah strategis, diantaranya. Penguatan Vokasi: Menyelaraskan program pendidikan vokasi dan pusat pelatihan kerja (BLK) agar lebih terarah.

Kurikulum Berbasis Industri: Mengajak pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk berkolaborasi menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan riil pasar kerja dan Sertifikasi Kompetensi: Memastikan lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keahlian siap pakai.

Selain urusan kompetensi, Ketua DPD Partai Golkar Jateng ini juga menekankan pentingnya penguatan program penempatan tenaga kerja. Ia meminta pemerintah daerah meningkatkan akses informasi lowongan kerja agar lebih mudah terjangkau oleh masyarakat luas.

Saleh berharap koordinasi yang lebih erat antarinstansi mampu menekan angka pengangguran secara signifikan di masa depan.

“Kita membutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Tanpa sinkronisasi antara dunia pendidikan dan dunia industri, persoalan pengangguran ini akan sulit teratasi,” pungkasnya. (Adv-01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN