SUKOHARJO, Jatengnews.id — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat kebersamaan dalam mengawal pembangunan di daerah.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara halalbihalal dan temu kangen Petarung Jawa Tengah di Hotel Ramada Wyndham Solo Baru, Rabu (29/4/2026).
Menurut Luthfi, tradisi halalbihalal merupakan warisan budaya yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.
“Halalbihalal ini tradisi yang sangat baik dan harus terus kita jaga. Di sinilah semangat kebersamaan dan gotong royong tumbuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat gotong royong telah terbukti menjadi kekuatan utama masyarakat Jawa Tengah, terutama saat menghadapi masa sulit seperti pandemi COVID-19.
“Semua masyarakat bahu-membahu. Nafasnya together we can, bersama kita bisa. Jadi gotong royong adalah perasan dari Pancasila, dan kebersamaan harus terus kita lakukan,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan, Luthfi menekankan pentingnya merangkul seluruh komponen masyarakat tanpa adanya sekat atau dikotomi. Ia menyebut setiap daerah memiliki karakter dan kearifan lokal yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan yang inklusif.
“Setiap daerah punya karakter dan kearifan lokal, serta problem solving yang berbeda-beda. Maka semua komponen masyarakat harus kita rangkul. Nafasnya adalah untuk membangun Jawa Tengah,” katanya.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mulai dari peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga layanan dasar masyarakat. Ia berharap capaian tersebut terus dikawal bersama agar manfaatnya semakin luas dirasakan.
Sementara itu, Sekjen DPP Pasbata, Sri Kuntoro Budiyanto, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja pemerintah provinsi, khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan.
“Jawa Tengah luar biasa. Bukti nyata di bawah kepemimpinan beliau telah dilakukan perbaikan infrastruktur jalan,” pungkasnya. (02)



