SEMARANG, Jatengnews.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menyatakan belum menemukan kasus positif hantavirus sepanjang Januari hingga Mei 2026. Meski demikian, hasil riset sebelumnya menunjukkan puluhan warga di Demak dan Semarang pernah terdeteksi terpapar virus tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jawa Tengah, Heri Purnomo, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kasus baru hantavirus di wilayah Jawa Tengah.
“Alhamdulillah untuk saat ini belum ada laporan kasus hantavirus di Jateng. Namun, memang pernah ada pada tahun sebelumnya,” ujar Heri beberapa waktu lalu.
Pernyataan tersebut merujuk pada hasil riset BRIN Pestorita 2023–2024 yang menemukan keberadaan hantavirus jenis Seoul virus (SEOV) di Jawa Tengah. Temuan itu berasal dari penelitian terhadap ratusan kasus leptospirosis di Demak dan Semarang.
Dari 238 kasus leptospirosis yang diteliti, sebanyak 49 pasien diketahui positif hantavirus jenis Seoul virus.
“Kalau dari hasil riset BRIN Pestorita 2023–2024 di Demak dan Semarang, dari 238 kasus leptospirosis, 49 positif hantavirus jenis Seoul virus,” jelasnya.
Meski belum ada laporan kasus baru pada 2026, Dinkes Jateng mengaku tetap meningkatkan kewaspadaan. Pengawasan diperketat terhadap pasien dengan gejala demam yang disertai gangguan ginjal maupun infeksi saluran pernapasan akut.
Selain itu, pengendalian populasi tikus juga terus digencarkan karena hantavirus diketahui menyebar melalui urine, air liur, dan kotoran tikus yang terhirup atau tersentuh manusia.
“Mengingat penularannya terjadi melalui droplet atau kontak dengan ekskresi tikus, maka fokus utama kami juga menekan populasi tikus di area berisiko tinggi,” kata Heri.
Dinkes Jateng juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan makanan tersimpan rapat agar tidak mengundang tikus.
“Serta menutup makanan rapat-rapat dan koordinasi dengan KKP. Karena hantavirus sering kali menjadi perhatian di pintu masuk wilayah seperti Pelabuhan Tanjung Emas untuk mencegah masuknya tikus dari kapal logistik internasional,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Jawa Tengah telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan hantavirus ke seluruh kabupaten/kota. Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui media sosial dan webinar kesehatan.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka Nuswantara


