KKN UIN Walisongo dan Warga Desa Mandung Gotong Royong Bersihkan Got untuk Cegah DBD

Mahasiswa KKN dan warga Desa Mandung bahu-membahu membersihkan saluran air untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD.

Demak, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 19 bersama warga Desa Mandung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, menggelar kegiatan gotong royong membersihkan saluran air atau got pada Jumat (15/05/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Aksi bersih lingkungan tersebut dilatarbelakangi kondisi beberapa saluran air di Desa Mandung yang dipenuhi endapan lumpur, sampah rumah tangga, dan dedaunan kering.

Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyakit DBD.

Sejak pagi hari, mahasiswa KKN dan warga terlihat bahu-membahu membersihkan saluran air di lingkungan desa. Mereka menyusuri got dan selokan untuk mengangkat sampah, membersihkan sumbatan, serta mengeruk endapan lumpur agar aliran air kembali lancar.

Peralatan seperti cangkul dan sekop digunakan secara bergantian oleh warga dan mahasiswa.

Suasana gotong royong berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Salah satu warga Desa Mandung, Ibu Akhadah, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN bersama masyarakat.

Menurutnya, pembersihan saluran air sangat penting untuk menjaga kelancaran aliran limbah rumah tangga dan mencegah banjir saat hujan turun.

“Kegiatan membersihkan selokan ini sangat bagus dan bermanfaat, karena selokan ini penting untuk pembuangan limbah rumah tangga dan agar aliran air hujan sampai ke sungai,” ujarnya.

Koordinator Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN Posko 19, Faza, mengatakan bahwa sampah rumah tangga yang menumpuk di saluran air dapat menyebabkan penyumbatan dan meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

“Di got ada banyak sampah, mulai dari sisa makanan hingga plastik minuman. Dari situ bisa terjadi penyumbatan aliran air. Upaya ini kami lakukan untuk mengurangi limbah sampah sekaligus mengurangi risiko perkembangbiakan nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti,” jelasnya.

Kegiatan gotong royong ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Mandung.

Antusiasme warga menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan bersama.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 19 berharap masyarakat dapat terus menjaga kebersihan lingkungan secara rutin sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran penyakit DBD.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN