KARANGANYAR, Jatengnews.id — Air Pamsimas di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, diduga tercemar limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari.
Akibatnya, ratusan kepala keluarga terpaksa membeli air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak sehari-hari.
Di Dusun Melikan, Suko, dan Sukosari terdapat tujuh titik Pamsimas yang digunakan warga. Namun, hanya tiga titik yang masih berfungsi dengan baik, sedangkan empat titik lainnya disebut sudah tidak layak konsumsi.
Kondisi tersebut berdampak pada enam RT dengan jumlah sekitar 380 kepala keluarga atau lebih dari seribu jiwa. Warga menduga air tercemar akibat limbah dari tumpukan sampah di TPA Sukosari yang dinilai belum dikelola secara optimal.
Sejumlah warga menyebut air sering berubah warna menjadi kecokelatan sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk dikonsumsi. Bahkan, berdasarkan hasil uji laboratorium, air dari beberapa titik Pamsimas dinyatakan tidak layak konsumsi.
Ketua RT setempat, Parjoko, berharap ada penanganan segera terkait persoalan air bersih dan pengelolaan TPA Sukosari.
“Warga berharap segera ada solusi terkait air bersih karena kondisinya sangat mengkhawatirkan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, saat ini warga bergantung pada air galon isi ulang. Dalam sehari, satu keluarga dapat menghabiskan hingga dua galon air dengan harga Rp8 ribu per galon.
“Warga tidak berani mengonsumsi air Pamsimas dan memilih membeli air isi ulang,” ungkapnya.
Salah seorang warga, Pariyem, mengaku pengeluaran rumah tangga meningkat sejak air Pamsimas diduga tercemar.
“Pengeluaran kami bertambah karena harus membeli air setiap hari untuk kebutuhan konsumsi keluarga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukosari, Sulardi, mengatakan layanan PDAM sebenarnya sudah mulai masuk ke wilayah Melikan dan Suko. Namun, layanan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan warga karena masih terkendala biaya pemasangan.
Menurut Sulardi, warga masih dibebani biaya pemasangan sebesar Rp1.062.000 meski telah mendapat subsidi Rp500 ribu dari biaya normal pemasangan.
“Sebagian warga belum mampu membayar biaya pemasangan sehingga masih menggunakan air Pamsimas yang diduga tercemar,” jelasnya.
Selain meminta penanganan persoalan air bersih, warga juga berharap pembuangan sampah di TPA Sukosari dihentikan atau ditata ulang agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
Warga turut meminta pengelolaan tujuh titik Pamsimas ditinjau ulang karena dinilai kurang transparan.
“Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan lapangan dan memberikan solusi atas kebutuhan air bersih bagi warga Desa Sukosari,” tandasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka Nuswantara


