Ketua Komisi D DPRD Jateng Ida Nur Sa’adah Soroti Abrasi dan Banjir di Demak

Ida menyebut, pemerintah juga telah menyediakan 17 rumah apung bagi masyarakat pesisir Demak sebagai bagian dari upaya penanganan dampak rob dan abrasi.

DEMAK, Jatengnews.id – Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nur Sa’adah menghadiri kegiatan Peningkatan Kualitas Pengawasan Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) yang digelar di Gedung Srikandi Tembiring, Bintoro, Demak, Jumat (22/5/2026).

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan pembangunan daerah hingga penguatan peran pesantren menjadi pembahasan utama.

Kegiatan yang diikuti sekitar 60 kader IKA-PMII dari 14 PAC se-Kabupaten Demak itu juga menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus diskusi mengenai pembangunan Harokah Center yang digagas PC IKA-PMII Demak.

Dalam sambutannya, Ida Nur Sa’adah menyampaikan komitmennya mendukung pembangunan gedung Harokah Center sebagai pusat aktivitas dan kaderisasi organisasi.

“Kemarin saya dikabari IKA-PMII ingin membangun gedung sekretariat. Kami juga ikut tergerak membantu pembangunan Harokah Center tersebut,” ujarnya.

Selain membahas penguatan organisasi, Ida juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat Demak, seperti kerusakan jalan, banjir, hingga abrasi pesisir utara Jawa.

Menurutnya, DPRD Provinsi Jawa Tengah terus mendorong program penanganan abrasi melalui pembangunan hybrid seawall yang dipadukan dengan penanaman mangrove di kawasan pesisir Demak.

“Kami ikut mendukung penanganan abrasi dan penanaman mangrove di wilayah pesisir Demak. Program ini juga melibatkan akademisi seperti UNDIP dalam kajian lingkungan dan restorasi pesisir,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong pengadaan pompa berbasis panel surya sebagai solusi untuk menekan biaya operasional pompa air yang selama ini masih menggunakan bahan bakar minyak.

Ida menyebut, pemerintah juga telah menyediakan 17 rumah apung bagi masyarakat pesisir Demak sebagai bagian dari upaya penanganan dampak rob dan abrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ida turut menyinggung persoalan sipon buntu yang menyebabkan banjir di wilayah Wonorejo dan Karanganyar. Ia memastikan persoalan tersebut telah diusulkan dan ditargetkan selesai pada tahun 2027.

Sementara itu, Ketua PC IKA-PMII Demak, Hasan Hamid menegaskan pentingnya pengawalan terhadap implementasi Perda Pesantren di tengah sorotan negatif yang kerap diarahkan kepada dunia pesantren.

Menurutnya, kader PMII dan kalangan santri harus aktif menjaga citra pesantren dengan mengawal kebijakan yang berpihak pada pendidikan pesantren, termasuk program pesantren ramah anak dan anti kekerasan seksual.

“Ketika pesantren mendapat sorotan negatif, kita tidak boleh diam. Kita harus ikut menyuarakan hal-hal positif dan mengawal perda pesantren agar benar-benar berjalan,” tegasnya.

Hasan juga mengungkapkan bahwa kepengurusan IKA-PMII Demak saat ini telah terbentuk hingga tingkat kecamatan dan desa. Ia berharap pembangunan Harokah Center dapat menjadi pusat pergerakan dan konsolidasi kader di Kabupaten Demak.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber Nur Hidayah dan Muzani Ali Shodiqin.

Penulis   : Samsul Maarif

Editor      : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN