SEMARANG, Jatengnews.id – Pemandangan sejuk yang sarat nilai toleransi mewarnai pelataran Masjid Al Falah, Jalan Kaligawe, Genuk, pada Minggu (24/5/2026).
Sebelumnya, biksu thudong dari Candi Sima datang dari Jepara, Demak menuju Candi Sewu, Klaten dengan berjalan kaki selama 11 hari.
Perjalanan spiritual ini akan melintasi Semarang, Salatiga, hingga Klaten sebelum nantinya bergabung dalam perayaan Waisak di Candi Sewu pada 31 Mei 2026.
Tiba di Kota Semarang, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memimpin langsung penyambutan hangat rombongan Biksu Thudong lintas negara yang sedang melakukan perjalanan spiritual Walk for Peace.
Keputusan memilih masjid sebagai titik singgah dan lokasi penyambutan ini mengirimkan simbol kuat kepada publik. Perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan jembatan keharmonisan yang kokoh di Ibu Kota Jawa Tengah.
“Saya ingin bertemu langsung dengan panjenengan semua untuk menyerap energi kedamaian yang dibawa dalam perjalanan ini. Kehadiran rombongan ini membawa kekuatan dan semangat tersendiri bagi gerakan Semarang Damai yang terus kita gaungkan,” ujar Agustina.
Agustina menegaskan bahwa misi perdamaian dunia yang dibawa para biksu sangat selaras dengan jati diri warga Kota Semarang. Baginya, toleransi di kota ini bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari yang tecermin dari filosofi lokal Warak Ngendog.
Filosofi Warak Ngendog mengajarkan bahwa persatuan dari berbagai etnis dan agama di kota Semarang harus membuahkan hasil nyata berupa kedamaian kota.
Seluruh umat beragama tanpa terkecuali juga selalu mendukung penuh atau menyengkuyung berbagai tradisi besar, mulai dari Dugderan hingga pawai Ogoh-Ogoh.
Peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang bergerak inklusif hingga ke tingkat kecamatan turut mendongkrak tingginya kesadaran toleransi di kota Semarang.
Di tengah tantangan Semarang sebagai kota metropolitan yang dinamis, Wali Kota berkomitmen penuh untuk terus merawat ruang sosial yang aman, sejuk, dan saling menghormati.
Sebelum melepas kembali rombongan biksu menuju tujuan akhir menjelang perayaan Waisak, Agustina menitipkan doa terbaik untuk keselamatan mereka.
“Kita antarkan rombongan ini dengan doa, semoga beliau-beliau selalu sehat, selamat sampai di tempat tujuan, dan bisa terus menebarkan kedamaian,” pungkasnya.
Perjalanan spiritual ini akan melintasi Jepara, Demak, Semarang, Salatiga, hingga Klaten sebelum nantinya bergabung dalam perayaan Waisak di Candi Sewu pada 31 Mei 2026.(Adv-01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara



