SEMARANG, Jatengnews.id – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Namun, banyak masyarakat yang baru menyadari mengalami gangguan jantung setelah terjadi serangan yang cukup serius.
Hal itu disampaikan dr. Kana Kurniati Elka, Sp.JP, FIHA saat menjadi narasumber dalam acara MEGA SEMINAR & TALKSHOW 2026 bertema “The Spark of Healthy Life” dengan tema Jantung di Auditorium SMC RS Telogorejo, Lantai 3 Gedung Cattleya, Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, Sabtu (23/5/2026).
Dalam pemaparannya, dr. Kana mengatakan penyakit jantung sering datang tanpa gejala yang jelas sehingga kerap tidak disadari oleh penderitanya. Karena itu, masyarakat diminta lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan sejak dini.
“Banyak pasien baru sadar setelah terjadi serangan jantung. Padahal, ketika serangan sudah terjadi biasanya akan meninggalkan dampak jangka panjang dan pasien harus menjalani pengobatan seumur hidup. Karena itu, lebih baik mencegah sebelum penyakit datang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, faktor risiko penyakit jantung sebenarnya dapat dikenali sejak awal, mulai dari tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, hingga kolesterol yang tinggi. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit yang lebih berat.
Selain itu, dr. Kana juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima dengan menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari rutin beraktivitas, berolahraga secara teratur, menjaga pola makan, hingga menghindari kebiasaan merokok.
Dalam sesi diskusi, peserta seminar juga banyak menanyakan langkah pencegahan penyakit jantung selain menerapkan gaya hidup sehat. Menanggapi hal tersebut, dr. Kana menekankan pentingnya menjaga pola makan dan membatasi konsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula, garam, dan lemak.
“Sekarang ini banyak orang mengejar makanan cepat saji. Padahal, kita harus menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih makanan demi menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan,” katanya.
MEGA SEMINAR & TALKSHOW 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari pada 21–23 Mei 2026 di Auditorium SMC RS Telogorejo, Lantai 3 Gedung Cattleya, Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai topik kesehatan dari sejumlah dokter spesialis.
Pada Kamis (21/5/2026), seminar mengangkat topik Saraf dan Rehabilitasi Medik. Kemudian pada Jumat (22/5/2026), acara membahas tema Ortopedi. Sementara pada Sabtu (23/5/2026) sesi pagi menghadirkan pembahasan mengenai IVF atau program bayi tabung, sebelum dilanjutkan dengan seminar kesehatan jantung pada sesi berikutnya.
Melalui seminar tersebut, pihak penyelenggara berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini berbagai penyakit agar kualitas hidup tetap terjaga. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara



