Tarbiyah Connection Perkuat Jejaring Mahasiswa Tarbiyah, 7 PTKIN Bahas Isu Pendidikan dan Organisasi

Forum semacam ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan gagasan dan program yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

SEMARANG, Jatengnews.id– Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang menginisiasi penguatan jejaring mahasiswa Fakultas Tarbiyah melalui kegiatan Studi Progresif: Tarbiyah Connection yang mempertemukan tujuh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Kegiatan yang digelar di Teater ISDB FTIK UIN Walisongo Semarang, Sabtu (6/6/2026), tersebut diikuti lebih dari 150 peserta dan mengusung tema “Meneguhkan Poros Pendidikan, Menjaga Marwah Fakultas Tarbiyah.”

Tujuh PTKIN yang terlibat dalam forum tersebut yakni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Kudus, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), UIN Salatiga, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan UIN Walisongo Semarang sebagai tuan rumah.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FTIK UIN Walisongo Semarang yang hadir membuka kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan dalam merespons perkembangan dunia pendidikan.

Menurutnya, forum semacam ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan gagasan dan program yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

“Kegiatan semacam ini harus terus dirawat untuk menelisik kebutuhan pendidikan saat ini. Buatlah gagasan-gagasan konkret sebagai sarana menunjang pendidikan yang lebih baik dan jangan hanya berdiam dalam logo instansi belaka,” ujarnya melalui siaran pers Senin (08/06/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing DEMA Fakultas Tarbiyah memaparkan program kerja unggulan yang tengah dijalankan di kampusnya. Selain itu, peserta juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang membahas berbagai isu kemahasiswaan, tata kelola organisasi, kaderisasi, hingga penguatan peran mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Forum ini juga menjadi sarana pertukaran pengalaman dan praktik baik antarkampus. Berbagai inovasi organisasi mahasiswa yang telah diterapkan di sejumlah PTKIN dibahas sebagai referensi untuk dikembangkan di lingkungan kampus masing-masing.

Menteri Luar Negeri DEMA FTIK UIN Walisongo Semarang, Sholahuddin Al Ayyubi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang studi banding, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi dan membangun perspektif bersama mengenai masa depan pendidikan.

“Studi progresif bukan hanya ruang untuk sekadar pertemuan, melainkan ruang untuk memperluas wawasan. Ketika pengalaman dibagikan dan pemikiran dipertemukan, di situlah lahir perubahan yang bermakna,” katanya.

Selain agenda diskusi, kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata antarkampus dan deklarasi komitmen untuk memperkuat komunikasi serta kerja sama antarorganisasi mahasiswa Fakultas Tarbiyah.

Melalui Tarbiyah Connection, para peserta berharap terbangun forum komunikasi yang lebih luas dan berkelanjutan guna mendorong lahirnya gagasan-gagasan kolaboratif dalam pengembangan pendidikan, khususnya di lingkungan Fakultas Tarbiyah PTKIN. Dengan demikian, peran mahasiswa sebagai mitra strategis dalam kemajuan pendidikan dapat semakin diperkuat.

Penulis         : Alif Nazzala Rizqi

Editor            : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN