Pemkot Semarang Siapkan Belasan Miliar Rupiah untuk Perbaikan SD, DPRD: Prioritas untuk Sekolah Rusak Berat dan Rawan Banjir

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menyampaikan, pengalokasian anggaran tersebut dilakukan karena sejumlah sekolah masuk kategori rusak berat dan membutuhkan penanganan segera.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang mengalokasikan belasan miliar rupiah untuk rehabilitasi dan pembangunan sarana-prasarana sekolah dasar pada 2026.

Anggaran tersebut disiapkan untuk memperbaiki sejumlah sekolah yang masuk kategori rusak berat serta berada di kawasan rawan banjir dan rob.

Berdasarkan data di laman SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), anggaran yang digunakan untuk rehabilitasi tersebut paling besar di SDN Tawangmas 01 menjadi proyek dengan nilai tertinggi, yakni Rp2,9 miliar melalui mekanisme tender.

Selain itu, tujuh sekolah dasar lainnya masing-masing memperoleh alokasi Rp1,5 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas, yakni SDN Pudakpayung 01, SDN Wonolopo 01, SDN Sambirejo 01, SDN Kembangarum 01, SDN Gisikdrono 02, SDN Gisikdrono 03, dan SDN Muktiharjo Kidul 01.

Dinas Pendidikan juga menganggarkan pembangunan ruang kelas baru SDN Manyaran 01 sebesar Rp800 juta, peninggian halaman SDN Kembangarum 03 sebesar Rp570 juta, pembangunan toilet di lima sekolah dasar senilai Rp490 juta, serta pembangunan perpustakaan SDN Pedurungan Kidul 03 sebesar Rp180 juta.

Kepala dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan membenarkan, bahwa adanya penganggaran untuk rehabilitasi delapan ruang kelas tersebut.

“Ada (penganggaran delapan SD untuk rehabilitasi ruang kelas), detailnya seperti apa saya belum cek proyek apa yang sedang naik lelang,” katanya saat dihubungi Jatengnews.id Rabu (10/6/2026).

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menyampaikan, pengalokasian anggaran tersebut dilakukan karena sejumlah sekolah masuk kategori rusak berat dan membutuhkan penanganan segera.

“Karena sekolah-sekolah ini termasuk yang rawan bencana sehingga harus dinaikkan dan masuk kategori rusak berat. Jadi memang membutuhkan anggaran yang cukup besar,” kata politisi Partai Golkar tersebut kepada Jatengnews.id Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, proyek rehabilitasi tersebut tidak secara khusus ditujukan untuk menarik minat calon peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), melainkan untuk memastikan kualitas layanan pendidikan dan keselamatan siswa.

“Kalau secara spesifik untuk menarik peserta didik tidak. Itu mungkin menjadi dampak ikutannya saja. Yang jelas karena kondisi sekolahnya memang rusak berat dan harus direhab atau dibangun kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah sekolah yang mendapatkan alokasi anggaran besar berada di wilayah yang rentan terdampak banjir maupun rob sehingga membutuhkan penanganan konstruksi yang lebih kompleks.

“Pemerintah kota ingin layanan pendidikan, termasuk sarana-prasarana yang rusak, bisa diperbaiki sebaik-baiknya,” katanya.

Jika dilihat dalam laman LPSE Inaproc, alokasi anggaran tersebut telah selesai lelang dengan pihak penerima tender.

Meski sejumlah paket pekerjaan telah melalui proses lelang, Anang menjelaskan sebagian besar proyek fisik saat ini masih berada pada tahap administrasi dan penandatanganan kontrak dengan rekanan.

“Ini sedang proses penandatanganan kontrak. Sebelumnya sudah melalui proses lelang karena nilainya cukup besar. Setelah kontrak ditandatangani, pekerjaan bisa segera berjalan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut telah dianggarkan dalam APBD 2026 yang disahkan pada tahun sebelumnya.

“Penganggarannya sudah masuk APBD 2026 dan disahkan tahun lalu. Jadi sekarang tinggal pelaksanaan kegiatan sesuai tahapan administrasi proyek,” katanya.

Berdasarkan data pengadaan, sebagian paket rehabilitasi ruang kelas telah memasuki tahap penyelesaian proses pengadaan, sementara beberapa pekerjaan lainnya masih dalam proses kontrak dan persiapan pelaksanaan. Pemerintah Kota Semarang menargetkan seluruh pekerjaan dapat segera berjalan agar sarana pendidikan lebih layak digunakan pada tahun ajaran baru.

Selain rehabilitasi ruang kelas, proyek yang akan dikerjakan tahun ini juga mencakup pembangunan toilet sekolah, perpustakaan, pagar sekolah, hingga peningkatan fasilitas pendukung lainnya di sejumlah SD negeri di Kota Semarang.

Penulis     : Muhammad Kamal

Editor        : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN