SEMARANG, Jatengnews.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (22/6/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 350 peserta itu mengusung sejumlah isu nasional, mulai dari ekonomi, demokrasi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Lapangan aksi, Andre Bahtiyar, menyoroti kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah yang disebut telah menyentuh Rp17.800 per dolar AS.
“Ada beberapa tuntutan. Pertama soal isu kenaikan BBM, kedua nilai tukar rupiah yang semakin melemah,” ujarnya.
PMII juga mengkritik pengesahan UU Polri dan UU TNI serta lambatnya pembahasan RUU Perampasan Aset. Menurut mereka, kondisi tersebut berpotensi mengancam ruang sipil dan semangat reformasi.
Selain itu, massa meminta evaluasi menyeluruh terhadap program MBG dan Badan Gizi Nasional menyusul munculnya dugaan korupsi dan laporan dapur MBG yang dinilai belum memenuhi standar.
“Jangan sampai program ini menjadi ajang memperkaya kelompok tertentu,” kata Andre.
PMII berharap dapat berdialog langsung dengan Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Tengah. Mereka juga mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar secara nasional jika tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari pemerintah.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N


