Kebumen Jadi Pintu Talenta Indonesia Menuju Dunia, Kemenko PM Gelar Global Talent Day dan Job Fair Internasional

Kebumen dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menjadi salah satu kantong pekerja migran strategis di Jawa Tengah.

KEBUMEN, Jatengnews.id – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi pasar global melalui penyelenggaraan Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Juni 2026 di Pendopo Kabumian dan Aula Setda Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, ini menjadi wadah untuk mempertemukan calon pekerja migran, siswa SMK, mahasiswa, hingga pencari kerja dengan berbagai peluang kerja internasional melalui jalur resmi.

Rangkaian acara tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi, memperluas akses informasi, sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus pada pengiriman tenaga kerja, tetapi memastikan pekerja Indonesia memiliki keterampilan dan perlindungan sebelum berangkat.

“Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir. Peluangnya besar, dan tugas kami memastikan jalurnya resmi dan aman,” ujar Leontinus melalui keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja global terus meningkat seiring fenomena penuaan populasi di sejumlah negara seperti Jepang dan Jerman. Peluang terbuka di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perawatan lansia, hospitality, hingga pertanian.

Namun, ia menilai masih terdapat tantangan berupa belum optimalnya penyerapan peluang kerja serta masih adanya praktik penempatan pekerja melalui jalur non-prosedural.

“Pentingnya edukasi migrasi aman serta keterhubungan calon pekerja migran dengan jalur resmi harus terus diperkuat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari workshop bersama narasumber dari KP2MI, kedutaan negara tujuan penempatan, IOM Indonesia, hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, tersedia kelas percobaan bahasa Jepang, Korea, dan Jerman, serta sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan kerja, dan test center.

Program ini juga mendukung gerakan “SMK Go Global” untuk memperkuat kesiapan lulusan vokasi agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Kebumen dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menjadi salah satu kantong pekerja migran strategis di Jawa Tengah. Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan PMI dari Jawa Tengah mencapai 1.229.258 orang, dengan 46.751 di antaranya berasal dari Kebumen.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu mendekatkan peluang kerja global sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat.

“Banyak warga Kebumen khususnya dan Jawa Tengah umumnya yang merantau bekerja ke luar negeri. Kami ingin memastikan mereka berangkat dengan aman, terampil, dan terlindungi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kebumen siap berkolaborasi agar kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis   : Alif Nazzala Rizqi

Editor      : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN