KKN-T 117 UNDIP Hadirkan Smart Water System, Ubah Pengelolaan Air di Pudak Payung

Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 117 UNDIP dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pengelolaan air.

SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 117 Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan inovasi pengelolaan air melalui Program Multidisiplin 2 bertajuk Smart Water System di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Program tersebut diwujudkan melalui pembuatan sistem filter air sederhana dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan dan dirawat oleh masyarakat.

Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 117 UNDIP dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pengelolaan air. Sistem yang dikembangkan menggunakan konsep penyaringan bertahap dengan memanfaatkan sejumlah material yang mudah diperoleh, seperti ijuk, zeolit, pasir silika, serta kerikil.

Dalam penerapannya, sistem filtrasi dirancang menggunakan dua bak utama yang memiliki fungsi berbeda. Bak pertama digunakan sebagai tahap penyaringan awal dengan media ijuk.

Media tersebut berfungsi menahan kotoran berukuran besar, seperti lumpur, pasir, dan material padat lain yang terbawa aliran air. Penyaringan awal ini dilakukan untuk mengurangi beban kerja pada proses filtrasi berikutnya.

Setelah melewati bak pertama, air kemudian dialirkan menuju bak kedua yang berfungsi sebagai filter utama. Pada bagian ini, mahasiswa menyusun sejumlah media penyaring secara berlapis berdasarkan fungsi masing-masing material.

Lapisan paling atas menggunakan ijuk untuk menangkap sisa kotoran yang masih terbawa dari tahap penyaringan awal. Berikutnya terdapat zeolit, mineral alami yang dapat membantu menyerap zat tertentu dalam air melalui proses adsorpsi dan pertukaran ion.

Di bawah lapisan zeolit terdapat pasir silika yang berfungsi menyaring partikel-partikel halus serta material tersuspensi sehingga membantu meningkatkan kejernihan air.

Sementara itu, bagian paling bawah diisi kerikil kecil dan kerikil besar. Material tersebut berfungsi sebagai penyangga media filtrasi sekaligus membantu menjaga kelancaran aliran air menuju saluran keluaran.

Susunan tersebut membuat proses penyaringan berlangsung secara bertahap. Kotoran berukuran besar akan tertahan pada lapisan awal, sedangkan partikel yang lebih kecil disaring melalui media berikutnya.

Mahasiswa KKN-T 117 UNDIP tidak hanya memasang perangkat filter, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prinsip kerja sistem, fungsi setiap komponen, hingga cara melakukan perawatan agar filter dapat digunakan secara berkelanjutan.

Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari program karena masyarakat diharapkan tidak sekadar menerima fasilitas, tetapi juga mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri.

Salah seorang warga, Faizal, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN-T 117 UNDIP. Menurutnya, keberadaan sistem filter tersebut memberikan manfaat sekaligus pengetahuan baru bagi warga mengenai pengelolaan kualitas air.

“Saya berterima kasih kepada teman-teman KKN UNDIP yang sudah membuat inovasi filter air ini. Adanya alat ini cukup membantu masyarakat karena kami jadi lebih memahami bagaimana cara mengolah air dengan cara yang sederhana dan bisa diterapkan secara mandiri,” ujar Faizal.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT setempat. Ia menilai program Smart Water System tidak hanya memberikan fasilitas, tetapi juga menghadirkan edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Program Smart Water System ini sangat baik karena memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan warga. Kami mendukung kegiatan mahasiswa KKN UNDIP dan berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui Program Multidisiplin 2 Smart Water System, KKN-T 117 UNDIP berharap inovasi filter air tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Kelurahan Pudak Payung dalam meningkatkan kualitas pengelolaan air.

Program ini sekaligus menjadi wujud penerapan ilmu multidisiplin mahasiswa untuk menghadirkan teknologi sederhana yang memiliki manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan air serta mampu menerapkan solusi yang praktis dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis    : Tim Mahasiswa KKN

Editor       : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN