SEMARANG, Jatengnews.id  – Ledakan dahsyat terjadi di pabrik jamu herbal PT Raw Botanical Nusantara yang berada di Jalan Apel, Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.56 WIB.
Peristiwa tersebut menewaskan satu orang pekerja dan menimbulkan kepanikan warga karena getaran ledakan terasa hingga ke permukiman.
Salah seorang warga, Mulyani (53), mengaku terkejut saat mendengar suara ledakan yang sangat keras dari arah pabrik. Menurutnya, dentuman tersebut disertai getaran kuat sehingga banyak warga mengira telah terjadi gempa.
“Saya enggak tahu itu gas atau apa, tapi ledakannya besar sekali. Keras sampai sengnya terbang. Dari luar juga kelihatan jelas,” ujar Mulyani saat ditemui, Rabu (1/7/2026).
Mulyani mengatakan, suara ledakan terdengar sangat keras dan membuat bangunan di sekitar lokasi ikut bergetar.
“Dari sini kerasa sekali, kayak ‘boom’ gitu. Getar semua, seperti gempa,” katanya.
Ia juga mendengar informasi bahwa bangunan pabrik yang berada di sebelah lokasi ledakan mengalami kerusakan akibat kuatnya tekanan ledakan.
“Itu yang di pabrik sebelah sampai temboknya retak, katanya,” ungkapnya.
Menurut Mulyani, suasana di sekitar lokasi sempat dipenuhi kepanikan. Sejumlah karyawan berhamburan keluar sambil berteriak meminta pertolongan, sementara warga sekitar langsung keluar rumah untuk mencari tahu sumber suara ledakan.
“Dampaknya besar. Karyawannya pada kena semua, mereka teriak-teriak. Semua warga juga kaget. Saya saja sampai merinding. Langsung pada bilang, ‘kenapa itu, Allahuakbar’,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, membenarkan terjadinya insiden tersebut. Ia mengatakan, satu orang pekerja bernama Muhammad Bryan Febryantoro (21), warga Mranggen, Kabupaten Demak, meninggal dunia akibat ledakan tersebut.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan di pabrik jamu tersebut. Petugas pemadam kebakaran juga telah melakukan penanganan di lokasi hingga kondisi dinyatakan aman.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N


