Korban Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Bertambah Jadi 707 Orang, Lima Siswa Masih Dirawat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan berdasarkan hasil surveilans terbaru tidak ditemukan penambahan kasus baru. Namun, lima siswa masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

SEMARANG, Jatengnews.id – Jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang bertambah menjadi 707 orang hingga Sabtu (1/8/2026). Dari jumlah tersebut, 693 merupakan siswa dan 14 guru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan berdasarkan hasil surveilans terbaru tidak ditemukan penambahan kasus baru. Namun, lima siswa masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Berdasarkan laporan surveilans pasif Puskesmas di SMKN 6 dari guru menyampaikan tidak ada tambahan siswa dan guru yang mengalami sakit,” kata Hakam, Sabtu (1/8/2026).

Dari total korban, sebanyak 698 orang telah mendapat penanganan dan diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Sementara sembilan orang sempat dirawat, dan kini tersisa lima siswa yang masih menjalani rawat inap.

Hakam menjelaskan seluruh siswa yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Halmahera telah dipulangkan. Adapun lima siswa yang masih dirawat terdiri atas dua siswa di Puskesmas Bangetayu, satu siswa di RS Bhakti Wira Tamtama, dan dua siswa di RS KRMT Wongsonegoro.

“Siswa yang dirawat di puskesmas sudah dalam perbaikan dan dipulangkan semua,” ujarnya.

Dinkes Kota Semarang masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu sekitar tiga minggu.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang memasok MBG ke SMKN 6 Semarang selama proses investigasi berlangsung.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN