SEMARANG, Jatengnews.id — “Mbak, aku mau coba!” seru sejumlah siswa kelas V SDN Pedurungan Tengah 01 sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi.
Suasana kelas yang semula tenang seketika berubah menjadi riuh dan penuh antusias. Puluhan siswa berebut kesempatan untuk mencoba membuat gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas yang dibawa mahasiswa KKN-T Tim II 116 Universitas Diponegoro (Undip).
Momen tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Pedurungan Tengah 01. Ruang kelas tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga berubah menjadi ruang eksplorasi sains, kreativitas, sekaligus edukasi kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan (SK2) KKN-T Tim II 116 Undip bertema “Penguatan Literasi dan Kreativitas Pelajar melalui Edukasi Sains dan Kepedulian Lingkungan”.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep-konsep sains sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan diikuti siswa kelas V dan VI SDN Pedurungan Tengah 01 yang dibagi ke dalam dua kelas dengan materi berbeda.
Untuk siswa kelas VI, Ninda Putri Aprilya bersama Yasmin Safitri mengawali pembelajaran melalui eksperimen listrik statis. Materi tersebut dikemas dalam bentuk permainan sehingga siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat terlibat secara langsung.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan Arnetha Putri Ariyani melalui permainan “Detektif Kemasan”. Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengenali ciri-ciri makanan yang aman dikonsumsi.
Para siswa diminta menggunting gambar berbagai kemasan produk, kemudian menempelkannya berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Sambil bermain, mereka belajar mengenali informasi dan ciri-ciri makanan yang aman.
Suasana kelas semakin hidup ketika siswa berdiskusi dan saling membantu menentukan jawaban yang tepat.
Selanjutnya, Hasna Haniya mengenalkan cara pengelolaan minyak jelantah dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa diberikan pemahaman bahwa minyak bekas menggoreng tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan.
Sementara itu, suasana serupa juga terlihat di kelas V. Jessi Pritiwara mengajak siswa bermain “Eco Smart Card” untuk mengenalkan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Gelak tawa beberapa kali terdengar ketika terdapat perbedaan jawaban di antara siswa. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi kesempatan bagi mereka untuk berdiskusi dan belajar bersama.
Materi mengenai pengelolaan lingkungan kemudian dilanjutkan Nazwa Syafira Hidayat. Ia mengenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk sederhana dengan bantuan media infografis.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah ketika Mafniatul Rahmawati mengajak mereka mengubah tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci.
“Mbak, aku mau coba!” teriak siswa berulang kali dari berbagai sudut kelas.
Puluhan tangan kecil pun kembali terangkat. Mereka terlihat bersemangat untuk mendapatkan kesempatan mencoba membuat kerajinan secara langsung.
Rangkaian pembelajaran kemudian ditutup Meyra Aulia Firdausa melalui praktikum sederhana mengenai sifat-sifat cahaya menggunakan alat peraga.
Antusiasme siswa terlihat ketika alat peraga berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya karena mereka ingin melihat percobaan dari jarak lebih dekat. Bahkan, beberapa siswa meminta percobaan diulang karena masih penasaran dengan hasil yang ditunjukkan.
Ketua Program Sosial Kemasyarakatan (SK2), Jessi Pritiwara, mengatakan pembelajaran melalui eksperimen, permainan, dan praktik langsung dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajar.
“Kami ingin menunjukkan kepada adik-adik kalau belajar sains itu menyenangkan. Pada kegiatan ini kami juga ingin mengajak mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan, mulai dari belajar memilah sampah, hemat energi, memanfaatkan barang bekas, dan bisa memilih makanan yang aman dikonsumsi. Harapannya, semoga adik-adik SDN Pedurungan Tengah 01 semakin semangat belajar dan bisa menerapkan apa yang telah kami sampaikan,” ujar Jessi.
Kegiatan hari keempat MPLS tersebut ditutup dengan sesi dokumentasi bersama mahasiswa KKN-T Tim II 116 Undip dan seluruh siswa kelas V serta VI.
Antusiasme siswa sepanjang kegiatan, mulai dari berebut mencoba eksperimen hingga bangga menunjukkan gantungan kunci hasil karya sendiri, menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif mampu membuat materi sains dan edukasi lingkungan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Tim II 116 Undip juga berupaya menanamkan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan siswa sejak dini, seperti memilah sampah, menghemat energi, memanfaatkan barang bekas, mengelola limbah, serta memilih makanan yang aman.
Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang inovatif dan inklusif, serta SDGs nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui edukasi pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah, dan pemilihan pangan yang aman.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





