JEPARA, Jatengnews.id – Menjaga keandalan pembangkit listrik tidak hanya berkaitan dengan memastikan mesin mampu beroperasi secara optimal. Di balik proses produksi energi, terdapat sistem pengendalian lingkungan yang turut menentukan keberlanjutan operasional pembangkit.
Hal itu menjadi perhatian PLN UIK Tanjung Jati B melalui pelaksanaan Flue Gas Desulfurization (FGD) inspection pada Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan untuk memastikan sistem pengendalian emisi tersebut tetap berfungsi secara optimal.
FGD merupakan perangkat pengendali emisi yang digunakan untuk menekan kandungan sulfur dioksida (SO2) pada gas buang hasil pembakaran batu bara sebelum gas tersebut dilepaskan melalui cerobong. Dengan sistem yang terjaga, proses pembangkitan listrik dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menegaskan bahwa keandalan pembangkit harus berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan.
“Listrik yang andal harus dihasilkan melalui proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Oleh karena itu, kami memastikan sistem FGD mendapatkan pemeriksaan dan pemeliharaan secara menyeluruh agar tetap mampu menjalankan fungsi pengendalian emisi dengan baik,” ujar Andi.
Dalam pekerjaan tersebut, tim melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah bagian penting, terutama ducting pada sisi inlet dan outlet FGD. Komponen ini berfungsi sebagai jalur aliran gas buang dari proses pembakaran menuju sistem pengendalian emisi.
Hasil inspeksi menunjukkan adanya kerusakan pada beberapa bagian base plate serta lapisan pelindung atau lining pada ducting. Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pekerjaan perbaikan sesuai tingkat kerusakan dan kondisi aktual di lapangan.
Perbaikan parsial dilakukan pada area sekitar 50 meter persegi. Selain itu, PLN melakukan pemasangan lapisan Fiber Reinforced Polymer (FRP) pada area kurang lebih 200 meter persegi.
Material yang digunakan berupa bisphenolic polyester dan vinyl ester resin yang diperkuat wire mesh berukuran 4 milimeter. Setelah proses aplikasi, lapisan tersebut memiliki ketebalan sekitar 10–12 milimeter.
Penggunaan material tersebut disesuaikan dengan karakteristik lingkungan kerja FGD yang memiliki potensi korosi serta menghadapi perubahan temperatur. Lapisan pelindung diharapkan dapat mempertahankan integritas ducting, meminimalkan risiko kebocoran, sekaligus memperpanjang usia pakai peralatan.
Tak berhenti pada ducting, rangkaian pekerjaan juga meliputi penggantian mist eliminator tray serta inspeksi dan perbaikan transformator FGD dalam kondisi off-grid.
Mist eliminator memiliki fungsi menangkap butiran cairan yang terbawa aliran gas setelah proses penyerapan. Sementara itu, transformator berperan memasok kebutuhan daya bagi berbagai peralatan yang bekerja dalam sistem FGD.
“Setiap komponen memiliki fungsi yang saling berkaitan. Kerusakan kecil pada jalur gas, lapisan pelindung, atau peralatan pendukung dapat memengaruhi efektivitas keseluruhan sistem. Karena itu, pemeriksaan harus dilakukan secara detail dan tindak lanjutnya disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan,” jelas Andi.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan pekerjaan. Terlebih, aktivitas pada bagian dalam ducting termasuk pekerjaan di ruang terbatas atau confined space.
Sebelum pekerjaan dimulai, tim melakukan pengujian gas, memastikan sistem ventilasi dan pencahayaan memadai, serta menempatkan petugas siaga di luar area akses. Seluruh aktivitas juga dilaksanakan dengan penerapan permit to work dan Job Safety Analysis (JSA).
FGD inspection sendiri merupakan bagian dari rangkaian pemeliharaan Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. Pelaksanaannya mengacu pada prinsip 5 ON, yakni On Safety, On Time, On Scope, On Quality, dan On Cost, dengan keselamatan kerja tetap ditempatkan sebagai prioritas utama.
Memasuki momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, PLN UIK Tanjung Jati B menempatkan pemeliharaan pembangkit sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan listrik sekaligus memperkuat tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Semangat kemerdekaan kami wujudkan dengan menjaga energi dan lingkungan secara berdampingan. Melalui sistem FGD yang terpelihara dengan baik, PLN berkomitmen mendukung pasokan listrik bagi masyarakat sekaligus menjalankan pengelolaan emisi secara bertanggung jawab,” pungkas Andi.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara





