KKN UPGRIS Dampingi UMKM Jamu Kunyit Asam di Desa Wonosekar Demak

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan UMKM sekaligus melestarikan minuman herbal tradisional.

DEMAK, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turut membantu proses produksi jamu kunyit asam di UMKM milik Sujiati di Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan UMKM sekaligus melestarikan minuman herbal tradisional.

Selama kegiatan, mahasiswa terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi, mulai dari menyiapkan bahan baku, mengolah kunyit dan asam, proses perebusan, hingga pengemasan jamu siap jual. Melalui praktik tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai proses produksi jamu tradisional yang masih mengandalkan bahan-bahan alami.

Pemilik UMKM, Sujiati, menceritakan bahwa dirinya mulai menekuni usaha jamu sejak 2020 setelah usaha berjualan es dan gorengan tidak berkembang sesuai harapan.

“Dulu saya sempat berjualan es dan gorengan, tetapi pembelinya tidak banyak. Akhirnya saya mencoba membuat dan menjual jamu sejak tahun 2020. Alhamdulillah, sampai sekarang usaha jamu ini masih berjalan dan memiliki pelanggan tetap,” ujar Sujiati.

Ia mengatakan, jamu kunyit asam menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan karena memiliki rasa yang segar serta dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Untuk menjaga kualitas, seluruh proses produksi tetap menggunakan bahan-bahan alami.

Kegiatan KKN ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM lokal agar terus berkembang. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam mempertahankan produk tradisional di tengah persaingan pasar.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN