Lindungi Teman, Ciptakan Ruang Aman: KKN UIN Walisongo Edukasi Anti Perundungan di SDN 1 Asinan

Sosialisasi dikemas melalui materi interaktif, butterfly hug, perenungan, hingga pohon ungkapan untuk mengajak siswa berani bersuara dan peduli terhadap teman. Caption foto:

Semarang, JatengNews.id– Sebanyak 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) Ke-22 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-perundungan bagi 135 siswa SD Negeri 1 Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan yang menyasar siswa kelas 1 hingga 6 tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengertian, jenis, bentuk, serta dampak perundungan di lingkungan sekolah.

Selain mengenalkan bentuk-bentuk perundungan, mahasiswa KKN juga mengajak siswa memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi korban maupun ketika melihat teman mengalami perundungan.

Kepala SD Negeri 1 Asinan, Sri Rahayu, S.Pd. SD, mengatakan edukasi mengenai perundungan perlu terus diberikan meskipun materi serupa sebelumnya telah disampaikan kepada siswa.

“Walaupun sudah sering disampaikan, tapi namanya anak egonya tinggi sehingga kita masih perlu bimbing lagi untuk terus mengingatkan anak,” ungkap Sri Rahayu.

Edukasi Anti-Perundungan Dikemas Interaktif

Sosialisasi disampaikan oleh empat mahasiswa KKN dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perenungan dan butterfly hug. Siswa kemudian diajak menuliskan pengalaman terkait perundungan, baik sebagai korban maupun sebagai teman yang pernah menyaksikan perundungan di lingkungan sekitar.

Rangkaian kegiatan tersebut mendapat respons antusias dari para siswa. Mereka terlibat aktif dalam setiap sesi hingga kegiatan berakhir.

Pihak sekolah juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sosialisasi sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

Menurut Sri Rahayu, upaya membangun karakter anak membutuhkan komunikasi dan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua.

“Antara orang tua dan sekolah harus ada komunikasi dan kerja sama sehingga bisa maksimal pembangunan karakternya. Kejujuran itu utama. Karena kejujuran harus dibawa ke mana saja, di mana saja, kepada siapa saja, dan kapan saja,” tuturnya.

Dorong Siswa Saling Menghargai

Staf Divisi Pendidikan dan Agama Kelompok KKN MIT Posko 23, Nayla, berharap sosialisasi tersebut dapat mendorong siswa untuk membangun hubungan pertemanan yang lebih positif.

“Harapannya setelah sosialisasi ini adik-adik menjadi teman yang baik, saling menghargai, peduli, tidak saling mengejek, dan saling membantu sehingga sekolah bisa menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan tenteram bagi mereka semua,” tutur Nayla.

Sebagai bagian dari kegiatan, mahasiswa KKN juga menyediakan pohon ungkapan sebagai ruang bagi siswa untuk menuangkan pengalaman dan harapan mereka terkait perundungan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan perasaan yang mungkin sulit diungkapkan secara langsung. Ungkapan yang dituliskan menjadi gambaran pengalaman sekaligus harapan siswa terhadap lingkungan sekolah yang lebih aman.

Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo, kegiatan sosialisasi anti-perundungan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa setiap siswa memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diperlakukan dengan baik di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mendorong siswa untuk berani menolak perundungan, peduli terhadap teman, serta menciptakan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN