Semarang, jatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 56 menggelar sosialisasi pilah sampah kepada siswa kelas III SD Negeri 4 Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa KKN untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Siswa diajak memahami jenis sampah organik dan anorganik, cara memilah sampah dengan benar, serta manfaat pengelolaan dan daur ulang sampah.
Materi disampaikan dengan metode yang interaktif melalui penjelasan sederhana, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab. Mahasiswa KKN juga mengajak siswa mengikuti permainan untuk menguji pemahaman mereka dalam membedakan jenis-jenis sampah.
Suasana semakin meriah ketika para siswa bersama-sama menyanyikan lagu tentang pemilahan sampah yang mengenalkan berbagai jenis sampah melalui cara yang mudah dipahami.
Edukasi Sampah Bentuk Karakter Disiplin
Guru Kelas III SDN 4 Banyubiru, Rindu, mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Walisongo.
Menurutnya, pengenalan pemilahan sampah sejak dini tidak hanya membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga dapat membentuk karakter disiplin siswa melalui kebiasaan sederhana.
“Sangat penting karena melalui kegiatan ini anak-anak belajar disiplin dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan yang bersih juga mendukung kesehatan dan pertumbuhan mereka,” ujarnya.
Rindu menambahkan, siswa juga perlu dikenalkan bahwa sampah tertentu masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan dan daur ulang.
“Anak-anak harus bisa mengelola sampah dengan baik sehingga tidak semuanya menjadi limbah. Harapannya, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang menjadi barang yang bisa digunakan kembali,” tambahnya.
Ia mengungkapkan bahwa SDN 4 Banyubiru hingga saat ini belum memiliki program khusus terkait pemilahan sampah. Program tersebut masih sebatas wacana sehingga kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN dinilai menjadi langkah awal yang positif untuk memperkenalkan pengelolaan sampah kepada siswa.
Dorong Kebiasaan Memilah Sampah Sejak Dini
Inisiator kegiatan, Desya, berharap sosialisasi tersebut dapat mendorong siswa membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap siswa-siswi SDN 4 Banyubiru memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan agar kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar,” ujar Desya.
Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Pihak sekolah berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilakukan pada tahun-tahun mendatang. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai dapat memberikan wawasan baru sekaligus menghadirkan pembelajaran lingkungan melalui metode yang interaktif.
Melalui sosialisasi pilah sampah tersebut, mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang berupaya mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan pada generasi muda.
Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sejak dini diharapkan dapat berkembang menjadi budaya positif yang diterapkan siswa di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar sehingga turut mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti





