KKN-R UNDIP Kenalkan Jishin Taisaku, Edukasi Kesiapsiagaan Gempa bagi Siswa SD Negeri 1 Jerukan

Program tersebut menjadi upaya mahasiswa KKN-R UNDIP untuk menanamkan pengetahuan sekaligus membangun mental kesiapsiagaan bencana pada anak-anak sejak usia dini.

BOYOLALI, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, tahun 2026 menggelar program Sosial Kemasyarakatan bertajuk “Jishin Taisaku: Siap Siaga Gempa” di SD Negeri 1 Jerukan, Dusun Kangkung Lor, Desa Jerukan.

Program tersebut menjadi upaya mahasiswa KKN-R UNDIP untuk menanamkan pengetahuan sekaligus membangun mental kesiapsiagaan bencana pada anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan ini dilaksanakan karena masih minimnya pemahaman siswa mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Melalui sosialisasi dan simulasi, mahasiswa KKN-R memberikan edukasi dengan menggabungkan metode kesiapsiagaan gempa dari Indonesia dan Jepang.

Pemilihan Jepang sebagai salah satu rujukan bukan tanpa alasan. Di dalam tim KKN-R Desa Jerukan terdapat mahasiswa dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang. Selain itu, Jepang dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki tingkat kejadian gempa cukup tinggi sehingga sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencananya terus dikembangkan.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan sejumlah konsep kesiapsiagaan yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, salah satunya Bousai Ryukku atau perlengkapan darurat untuk menghadapi bencana.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan mengenai bencana gempa bumi. Materi disampaikan secara interaktif untuk mendorong siswa memahami penyebab serta dampak yang dapat ditimbulkan akibat gempa.

Para siswa SD Negeri 1 Jerukan juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan saat gempa terjadi. Mahasiswa menjelaskan pentingnya berlindung di bawah meja, menjauhi benda-benda yang berpotensi pecah seperti kaca, melindungi kepala menggunakan tangan atau tas, serta segera menuju titik kumpul setelah kondisi memungkinkan.

Agar materi lebih mudah diingat, mahasiswa KKN-R mengemas edukasi melalui lagu sederhana. Siswa diajak mengikuti lirik yang berisi panduan tindakan saat gempa.

“Bila ada gempa, lindungi kepala. Bila ada gempa, masuk kolong meja. Bila ada gempa, hindari kaca-kaca. Bila ada gempa, ssstt lari ke tempat terbuka.”

Selain pemberian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik simulasi evakuasi gempa. Simulasi dirancang menyerupai kondisi ketika gempa terjadi sehingga siswa dapat mempraktikkan secara langsung langkah-langkah penyelamatan diri.

Para siswa terlebih dahulu diarahkan masuk ke ruang kelas dan melakukan aktivitas seperti biasa. Selanjutnya, bunyi kentongan yang dipukul secara cepat digunakan sebagai tanda terjadinya gempa.

Begitu mendengar suara kentongan, siswa diminta segera berlindung di bawah meja dan melindungi bagian kepala. Setelah tanda gempa berakhir, siswa diarahkan keluar dari ruang kelas secara tertib dengan tetap melindungi kepala menggunakan tangan.

Seluruh siswa kemudian menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Di lokasi tersebut, dilakukan pendataan atau absensi untuk memastikan seluruh siswa telah berhasil dievakuasi dan tidak ada yang tertinggal di dalam kelas.

Melalui kegiatan “Jishin Taisaku: Siap Siaga Gempa”, mahasiswa KKN-R UNDIP berharap pengetahuan mengenai mitigasi dan evakuasi bencana dapat tertanam sejak dini. Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih tanggap, tenang, dan siap menghadapi kondisi darurat.

Mahasiswa juga menilai bahwa pengenalan kesiapsiagaan bencana kepada anak-anak tidak hanya penting untuk keselamatan mereka, tetapi juga dapat membantu menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Pelaksanaan program ini tidak terlepas dari dukungan pihak sekolah, khususnya guru-guru SD Negeri 1 Jerukan, serta seluruh mahasiswa KKN-R Desa Jerukan. Kolaborasi tersebut membuat rangkaian sosialisasi dan simulasi berjalan dengan lancar serta dapat diterima siswa dengan cara yang menyenangkan.

Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN-R UNDIP Desa Jerukan berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh sejak usia sekolah, sehingga anak-anak tidak hanya mengetahui apa itu gempa, tetapi juga memahami tindakan tepat yang harus dilakukan ketika bencana benar-benar terjadi.




Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN