Bawaslu Karanganyar Siapkan Pengawasan Pemilu 2029

Ketua Bawaslu Karanganyar Nuning Ritwanita Priliastuti mengatakan penguatan internal dilakukan melalui berbagai program, salah satunya Bawaslu Membelajarkan Volume II yang akan diluncurkan September 2026.

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Bawaslu Kabupaten Karanganyar mulai memperkuat kapasitas jajaran pengawas sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Karanganyar Nuning Ritwanita Priliastuti mengatakan penguatan internal dilakukan melalui berbagai program, salah satunya Bawaslu Membelajarkan Volume II yang akan diluncurkan September 2026.

“Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jajaran pengawas dalam menghadapi tantangan Pemilu 2029,” kata Nuning saat jumpa pers HUT ke-8 Bawaslu, Rabu (12/8/2026).

Hingga Agustus 2026, Bawaslu Karanganyar telah membentuk 31 Kampung Pengawasan, terdiri dari 12 Desa Pengawasan Pemilu dan 19 Desa Antipolitik Uang. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah hingga dua kali lipat sampai akhir tahun.

“Meski di masa post electoral, kami tidak hanya berada di balik meja. Kami terus melakukan sambang desa dan konsolidasi di semua tingkatan,” ujarnya.

Karanganyar juga meraih peringkat kedua Kampung Pengawasan tingkat nasional dari 514 Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia.

Selain itu, Bawaslu Karanganyar meraih peringkat pertama IKPA untuk satuan kerja baru Bawaslu se-Indonesia. Dalam pelayanan publik, lembaga tersebut mendapat predikat Mutu A dengan IKM 3,64 dari 4 atau setara 91 pada Semester I 2026.

Di sisi pengawasan data pemilih, Bawaslu mencermati 171 warga dalam PDPB Semester I 2026. Sebanyak 82 warga memenuhi syarat sebagai pemilih, sementara 89 lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Bawaslu juga menerima enam tanggapan masyarakat terkait pencatutan nama sebagai anggota partai politik. Pada periode yang sama, terdapat 11 partai politik yang mengajukan pemutakhiran data.

Nuning menegaskan penguatan pengawasan akan terus dilakukan, termasuk melalui program Bawaslu Membelajarkan Volume II yang memuat 10 klaster dan 30 topik.

“Bawaslu Karanganyar akan fokus pada materi netralitas ASN dan perangkat desa, penyalahgunaan jabatan, hingga penerapan sanksinya,” tegasnya.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN