WONOGIRI, Jatengnews.id— Selembar kertas ternyata dapat menjadi media untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus mengenalkan budaya dari negara lain.
Hal tersebut dilakukan mahasiswa KKN Undip Reguler Kelurahan Wuryorejo melalui kegiatan edukasi seni lipat kertas atau origami di SDN 3 Wuryorejo, Lingkungan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 1 hingga 3. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai origami sebagai salah satu budaya Jepang, tetapi juga diajak langsung membuat karya melalui proses melipat kertas.
Origami merupakan seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Istilah origami berasal dari kata 折り (ori) yang berarti “melipat” dan 紙 (kami) yang berarti “kertas”. Dalam perkembangannya, origami memiliki keterkaitan dengan kebudayaan dan ritual keagamaan di Jepang, termasuk tradisi Shinto.
Pada masa lalu, lipatan kertas digunakan untuk berbagai keperluan, seperti menghias kegiatan keagamaan dan membungkus hadiah. Seiring waktu, origami berkembang menjadi seni yang populer dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain menjadi sarana pengenalan budaya, aktivitas origami juga memiliki manfaat bagi perkembangan anak. Proses melipat kertas dapat melatih ketelitian, kesabaran, konsentrasi, kreativitas, hingga keterampilan motorik.
Dalam kegiatan tersebut, siswa terlebih dahulu diperkenalkan dengan origami beserta teknik dasar melipat kertas. Setelah mendapatkan penjelasan, mereka kemudian diajak membuat bentuk ikan secara bertahap.
Para siswa mengikuti setiap instruksi sambil memperhatikan contoh yang diberikan. Beberapa di antaranya sempat mengalami kesulitan ketika memasuki tahapan pelipatan tertentu. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk mencoba.
Dengan pendampingan mahasiswa KKN, siswa kembali mengikuti langkah-langkah yang diberikan hingga berhasil menghasilkan karya origami masing-masing.
Marlinda Eka Pratiwi turut mendampingi siswa selama proses berlangsung. Ia membantu menjelaskan tahapan yang dirasa sulit sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba secara mandiri setelah mendapatkan contoh.
Pendekatan tersebut membuat siswa tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga belajar menyelesaikan masalah sederhana ketika menghadapi kesulitan. Mereka didorong untuk terus mencoba hingga mampu menyelesaikan karya sendiri.
Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa. Melalui aktivitas sederhana seperti melipat kertas, mereka dapat mengenal budaya Jepang sekaligus mengembangkan berbagai keterampilan yang bermanfaat dalam proses tumbuh kembang.
Mahasiswa KKN Undip berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa SDN 3 Wuryorejo serta mendorong mereka untuk lebih berani berkreasi, mencoba hal baru, dan menghargai keberagaman budaya.
Dari selembar kertas, siswa belajar bahwa sebuah karya membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kemauan untuk terus mencoba. Origami pun menjadi lebih dari sekadar aktivitas melipat kertas, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk menumbuhkan kreativitas dan kemandirian sejak dini.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





