KKN UIN Walisongo Latih Ibu PKK Tamangede Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Pelatihan mengajak ibu-ibu PKK Tamangede mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai guna dan berpotensi ekonomis.

Semarang, JatengNews.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 174 menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah bersama anggota PKK Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Tamangede tersebut diikuti anggota PKK yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mahasiswa KKN memperkenalkan pemanfaatan minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang atau digunakan berulang kali menjadi bahan baku lilin aromaterapi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan serta risiko penggunaan minyak jelantah secara berulang.

Mahasiswa kemudian memperkenalkan alternatif pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan sebagai produk usaha.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pembuatan lilin aromaterapi secara langsung.

Tahapan praktik meliputi perendaman minyak dengan arang, penyaringan minyak jelantah, pencampuran minyak dengan stearic acid yang telah dipanaskan, penambahan pewarna dan essential oil, hingga pencetakan lilin ke dalam wadah.

Peserta mengikuti setiap tahapan dengan didampingi mahasiswa KKN. Dari praktik tersebut, peserta berhasil menghasilkan lilin aromaterapi yang dapat digunakan sebagai produk rumah tangga.

Dorong Pemanfaatan Limbah Jadi Peluang Usaha

Selain memberikan keterampilan baru, pelatihan tersebut memperkenalkan peluang pengembangan produk berbasis ekonomi kreatif. Minyak jelantah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk dengan nilai guna dan nilai jual.

Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif usaha rumahan apabila dikembangkan secara berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya dapat mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga berpotensi memperoleh tambahan pendapatan melalui produk olahan minyak jelantah.

Ketua PKK Desa Tamangede, Piatun, mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN UIN Walisongo. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat diterapkan kembali oleh anggota PKK di lingkungan masing-masing.

“Saya selaku Ketua PKK Desa Tamangede mengucapkan terima kasih dengan adanya pelatihan dari adik-adik KKN UIN Walisongo. Semoga bisa bermanfaat di ibu-ibu, nanti ibu-ibu PKK yang datang ke sini bisa menerapkan di PKK tingkat RT,” ujarnya.

Salah satu peserta, Muzaroah, juga menyampaikan apresiasi atas pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut. Ia berharap hasil praktik dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

“Kami dari PKK Desa Tamangede mengucapkan terima kasih sekali kepada KKN UIN Walisongo yang telah memberikan ilmunya kepada kita semua sehingga kegiatan ini menjadi ilmu bagi kami dan bisa terealisasi di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap keterampilan tersebut dapat dikembangkan sehingga hasil olahan minyak jelantah bisa dipasarkan dan membantu menambah pendapatan keluarga.

KKN Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif Posko 174 KKN MIT ke-22, Muhammad Nabil Fauzi, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi kondisi minyak jelantah yang masih sering diabaikan atau dibuang sembarangan.

“Program kerja yang dilaksanakan hari ini dilatarbelakangi karena melihat keadaan masyarakat, di mana limbah minyak jelantah sering diabaikan atau dibuang sembarangan. Padahal limbah minyak jelantah memiliki potensi nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nabil, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat mendorong kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih baik.

“Harapannya pelatihan ini dapat berkontribusi secara berkelanjutan sehingga dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola limbah secara lebih baik,” lanjutnya.

Melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, KKN UIN Walisongo Posko 174 berupaya menggabungkan edukasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk kreatif.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tamangede terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang pengembangan produk ekonomi kreatif yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN Posko 174 UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN