WONOGIRI, Jatengnews.id – Upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip).
Salah satunya melalui program pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick yang dilaksanakan di Desa Pondoksari, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Inisiatif ini dilatarbelakangi kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membakar sampah plastik sebagai cara untuk mengurangi timbunan sampah rumah tangga. Padahal, pembakaran plastik dapat menghasilkan polutan yang mencemari udara dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat maupun lingkungan.
Untuk mengubah kebiasaan tersebut, mahasiswa KKN Undip terlebih dahulu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya sampah plastik, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Edukasi sekaligus memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan melalui pembuatan ecobrick.
Kegiatan menyasar kelompok ibu-ibu PKK di Dusun Plosorejo, Dusun Bendosari Kidul, dan Dusun Bendosari Lor. Rangkaian edukasi mulai dilaksanakan pada 20 Juli 2026 dengan harapan masyarakat, khususnya pengelola rumah tangga, dapat memahami pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Koordinator Desa Pondoksari, Javin Akmal, mengatakan keterlibatan ibu-ibu PKK menjadi salah satu kunci karena mereka memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Harapan kami dengan melaksanakan edukasi kepada ibu-ibu PKK yang merupakan pengelola rumah tangga dapat memberikan manfaat dan mengubah kebiasaan membakar sampah menjadi barang yang memiliki nilai estetika maupun nilai ekonomis,” ujar Javin dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Setelah tahap edukasi, masyarakat bersama mahasiswa KKN mulai mempraktikkan pembuatan ecobrick. Proses pembuatan berlangsung sejak 21 Juli hingga 15 Agustus 2026.
Sampah plastik yang sebelumnya berpotensi dibakar atau dibuang dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan utama ecobrick. Hasilnya kemudian dirangkai menjadi sebuah monumen berbentuk bingkai foto.
Monumen tersebut ditempatkan di lokasi berkumpul warga di kawasan pesisir waduk yang berada di Dusun Tunggulsari. Pemasangan dilakukan pada 15 Agustus 2026.
Keberadaan monumen ecobrick tersebut tidak hanya menjadi hasil nyata dari program KKN, tetapi juga diharapkan menjadi pengingat visual bagi masyarakat bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.
Selain mengurangi potensi pencemaran, pemanfaatan sampah plastik melalui ecobrick juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat, yakni memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah sebelum berakhir menjadi limbah.
Kepala Desa Pondoksari, Gunawan Wibisono, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN Undip di Desa Pondoksari tidak berhenti pada satu periode, tetapi dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.
“Harapannya KKN Universitas Diponegoro (Undip) dapat terus ada dan berkelanjutan sehingga program kerja yang dijalankan dapat terus berkesinambungan tiap tahun,” ujar Gunawan, Selasa (4/8/2026).
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Undip berupaya menjadikan pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan bagian dari perubahan perilaku masyarakat. Dari sampah plastik yang sebelumnya dibakar, kini diarahkan untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai estetika.
Langkah sederhana di tingkat rumah tangga itu diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab di Desa Pondoksari, sekaligus memperkuat implementasi SDGs 12 melalui aksi nyata di masyarakat.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi



