KKN UIN Walisongo Ajak Ibu PKK Jatirunggo Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Pelatihan di Balai Desa Jatirunggo mengenalkan cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bermanfaat sekaligus berpotensi bernilai ekonomi.

Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 17 mengajak ibu-ibu PKK Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Balai Desa Jatirunggo pada Jumat, (14/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa mengenalkan pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Peserta diperkenalkan pada berbagai bahan dan tahapan pengolahan minyak jelantah hingga menjadi produk yang dapat digunakan kembali.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga. Minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang setelah digunakan diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat diolah menjadi produk dengan nilai guna.

Ketua PKK Desa Jatirunggo, Nurhayati, menyambut baik pelatihan yang digagas mahasiswa KKN UIN Walisongo. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat memberikan manfaat bagi anggota PKK sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga secara lebih produktif.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Harapannya, ibu-ibu PKK dapat menyerap ilmu yang diberikan sehingga bisa memanfaatkan minyak bekas pakai menjadi lilin aromaterapi bernilai guna, baik untuk kebutuhan rumah tangga sendiri maupun dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Nurhayati.

Dalam pelatihan, mahasiswa KKN memperkenalkan bahan yang digunakan untuk membuat lilin aromaterapi, antara lain minyak jelantah, arang aktif, pewarna, minyak esensial, benang katun sebagai sumbu, serta bahan pengeras.

Materi sekaligus demonstrasi disampaikan oleh Aprilia Sabrina Kholisawati, anggota Divisi Kesehatan Lingkungan KKN UIN Walisongo. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi merupakan salah satu alternatif sederhana dalam mengelola limbah minyak rumah tangga.

“Pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ini tidak hanya mengurangi pencemaran air dan tanah, tetapi juga memiliki nilai jual yang berpotensi menambah penghasilan keluarga,” terang Aprilia.

Proses pembuatan diawali dengan merendam minyak jelantah menggunakan arang aktif selama satu hari. Tahap tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi bau tengik dan menjernihkan warna minyak. Karena membutuhkan waktu perendaman, mahasiswa telah menyiapkan minyak jelantah yang sebelumnya melalui proses perendaman dan penyaringan sehingga dapat langsung digunakan saat praktik.

Minyak yang telah disaring kemudian dipanaskan dan dicampurkan dengan bahan pengeras serta minyak esensial sesuai takaran. Campuran tersebut selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan yang telah dilengkapi benang katun sebagai sumbu.

Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga mencoba secara langsung setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi. Antusiasme terlihat ketika ibu-ibu PKK mengikuti proses pengolahan minyak jelantah menjadi produk baru.

Salah satu peserta, Sri Rahayu, menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi anggota PKK mengenai pemanfaatan limbah minyak goreng yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga.

“Kegiatan ini sangat bagus karena setiap rumah tangga pasti menghasilkan sisa minyak goreng, jadi sekarang bisa kami manfaatkan. Penjelasan dari adik-adik mahasiswa sangat jelas. Harapannya keterampilan ini bisa disebarluaskan ke masyarakat,” ungkap Sri.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 17 berharap keterampilan pengolahan minyak jelantah dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan. Selain membantu mengurangi limbah rumah tangga, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi peluang untuk mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat limbah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga mengenali potensi pemanfaatannya menjadi produk yang lebih berguna dan bernilai tambah.

Penulis: Tim mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 17
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN