Berawal Jual Tali Sepatu di Shopee, Kisah Saiful “Tinctori” Taklukkan Batas hingga Tembus Pasar Global

Saya bergabung dengan marketplace Shopee pada 2021. Awalnya saya menjual produk tali sepatu sampai tali masker.

KAB SEMARANG, Jatengnews.id  – Shopee menjadi salah satu titik balik perjalanan usaha Saiful Nurudin. Dari awalnya hanya menjual tali sepatu dan tali masker, Saiful kini berhasil mengembangkan Tinctori menjadi usaha fesyen berbasis pewarna alami, yang produknya menjangkau berbagai daerah hingga menembus pasar sejumlah negara Asia Tenggara.

Perjalanan tersebut dimulai pada 2021 ketika Saiful memutuskan memanfaatkan Shopee sebagai sarana pemasaran. Saat itu, produk yang dijual masih sederhana, yaitu tali sepatu dan tali masker. Namun, kehadiran di marketplace membuka akses pasar yang lebih luas, dan membuatnya mulai melihat peluang baru dalam mengembangkan usaha.

“Saya bergabung dengan marketplace Shopee pada 2021. Awalnya saya menjual produk tali sepatu sampai tali masker. Saat itu tali masker banyak dibutuhkan ketika masa wabah Covid-19,” tutur Saiful, saat dijumpai jatengnews.id di rumahnya, Desa Jlamprang, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Semarang, Kamis (20/8/2026) lalu.

Pengalaman berjualan melalui Shopee, menjadi modal penting bagi Saiful untuk membaca kebutuhan pasar. Dari yang semula hanya menjual produk tali, ia mulai berani mengembangkan produk fesyen dengan nilai jual lebih tinggi.

Salah satu pegawai Saiful Nurudin ketika membuka aplikasi marketplace Shopee di kantornya.
Salah satu pegawai Saiful Nurudin ketika membuka aplikasi marketplace Shopee di kantornya. (Foto:jak)

Saiful kemudian memproduksi kemeja dengan merek Tinctori. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kemeja bercorak hujan, yang mendapat sambutan positif dari konsumen.

“Kemudian kami mencoba memproduksi baju kemeja dengan merek Tinctori, dengan corak hujan. Alhamdulillah, banyak yang laku terjual ke konsumen,” katanya.

Bagi Saiful, keputusan menggunakan Shopee bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Ia melihat marketplace tersebut memiliki traffic dan jangkauan konsumen, yang mampu membantu usaha lokal berkembang lebih cepat.

“Kenapa kami pilih marketplace Shopee, karena traffic Shopee bagus dan sangat baik,” jelasnya.

Dari Gemawang Jangkau Mancanegara

Seiring berkembangnya usaha, pasar Tinctori tidak lagi terbatas di sekitar Gemawang. Pemasaran digital melalui Shopee, membuat produk itu lebih mudah ditemukan konsumen dari berbagai daerah.

Mayoritas konsumen Tinctori kini berada di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat. Bahkan, produk tersebut telah menembus sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Vietnam, dan Myanmar.

Saat ini, sekitar 40 persen penjualan Tinctori, berasal dari penjualan online melalui Shopee. Sementara sisanya berasal dari sistem konsinyasi dengan sejumlah brand di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia.

“Sekarang sekitar 40 persen penjualan berasal dari penjualan online melalui Shopee. Sisanya melalui konsinyasi dengan beberapa brand dari Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Di Semarang juga ada, salah satunya melalui Spiegel Kota Lama,” kata Saiful.

saiful nurudin mengemas
Saiful Nurudin ketika melakukan pengemasan produknya yang akan dikirim (Foto:jak)

Pertumbuhan pasar juga mendorong Saiful terus berinovasi. Ia melibatkan anak magang dan desainer dalam pengembangan produk, agar fesyen berbasis pewarna alami tetap mengikuti tren dan dapat diterima generasi muda.

Produk Tinctori kini memiliki beragam jenis dan harga, kisaran Rp3.000 hingga Rp1,7 juta. Dalam sehari, pesanan yang masuk dapat mencapai lima hingga 10 transaksi, atau sekitar 100 pesanan dalam sebulan.

Penjualan Naik Dua Kali Lipat

Memasuki 2026, perkembangan usaha Tinctori semakin terlihat. Saiful mencatat penjualan meningkat hingga dua kali lipat. Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah keikutsertaan Tinctori dalam berbagai program promosi Shopee.

“Awal 2026 penjualan semakin meningkat dua kali lipat, dengan ikut beberapa program dari Shopee, di antaranya gratis ongkir, program Extra Ramadan, dan program lainnya,” ungkap Saiful.

Pertumbuhan Tinctori tidak terjadi secara instan. Sebelum membangun usaha sendiri, Saiful membantu usaha pencelupan batik milik sang ayah. Ia kemudian belajar memasarkan produk secara door to door, mengembangkan usaha pencelupan, hingga membangun kebun tanaman indigo sebagai sumber pewarna alami.

Kini, seluruh proses tersebut berkembang menjadi ekosistem usaha yang melibatkan sekitar 60 karyawan, mayoritas warga Gemawang dan sekitarnya. Mereka bekerja dalam empat divisi produksi, mulai dari pengolahan hingga menghasilkan produk fesyen siap dipasarkan.

Bagi Saiful, Shopee bukan hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi salah satu sarana yang membantu usaha lokalnya naik kelas. Dari produk sederhana berupa tali sepatu, Tinctori kini mampu memperkenalkan fesyen berbasis pewarna alami ke pasar yang jauh lebih luas.

“Saya ingin pewarna alami yang kami produksi bisa digunakan semua kalangan, dan produk kami semakin dikenal. Harapannya, usaha ini terus berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi warga sekitar,” pungkasnya.

Penulis : Jaka Nuswantara

Editor : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN