Rangkai Uang, Ciptakan Peluang: KKN UIN Walisongo Ajak Ibu-Ibu PKK Lumansari Bikin Buket Kreatif

Pelatihan ekonomi kreatif KKN UIN Walisongo Semarang membuka wawasan ibu-ibu PKK Desa Lumansari tentang pembuatan buket uang yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Kendal, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 179 mengajak ibu-ibu PKK Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, mengembangkan kreativitas melalui pelatihan pembuatan buket uang, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ytersebut tidak hanya untuk menghasilkan produk kreatif, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan.

Kegiatan yang diinisiasi Divisi Ekonomi Kreatif mahasiswa KKN UIN Walisongo ini memberikan keterampilan praktis kepada peserta, mulai dari menentukan konsep buket, menyusun uang, memilih kertas pembungkus, hingga menambahkan ornamen dekorasi.

Buket uang dipilih karena memiliki daya tarik sebagai hadiah untuk berbagai momen, seperti ulang tahun, wisuda, pernikahan, dan perayaan lainnya. Bahan serta peralatan yang digunakan juga relatif sederhana sehingga pembuatannya dapat dipelajari dan dikembangkan oleh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu memperkenalkan buket uang beserta bahan-bahan yang diperlukan. Peserta kemudian mendapatkan penjelasan mengenai teknik penyusunan, pembungkusan, pemilihan warna, serta penataan dekorasi agar buket terlihat rapi dan menarik.

Setelah penyampaian materi, ibu-ibu PKK langsung mempraktikkan pembuatan buket uang. Mahasiswa KKN mendampingi peserta dalam setiap tahapan, mulai dari menyusun uang, membentuk rangkaian, membungkus buket, hingga menambahkan hiasan.

Suasana pelatihan berlangsung santai dan interaktif. Peserta aktif bertanya serta mencoba membuat rangkaian dengan bentuk dan kombinasi warna sesuai kreativitas masing-masing.

Salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dari Divisi Ekonomi Kreatif, Arthika, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan keterampilan sederhana yang memiliki potensi ekonomi.

“Kami ingin ibu-ibu tidak hanya melihat buket uang sebagai hadiah, tetapi juga melihat ada peluang usaha di dalamnya. Keterampilan ini cukup sederhana untuk dipelajari dan bisa dikembangkan sesuai kreativitas masing-masing,” tutur Arthika.

Menurutnya, buket uang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha karena bentuk dan konsepnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Variasi dapat dibuat berdasarkan acara, nominal uang, warna, hingga tema yang diinginkan.

“Harapannya setelah kegiatan ini ibu-ibu bisa mencoba membuat sendiri. Kalau hasilnya sudah bagus, keterampilan ini juga bisa dikembangkan menjadi usaha kecil-kecilan dari rumah,” tambahnya.

Ketua PKK Desa Lumansari, Ibu Sariatun, menyambut baik pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi ibu-ibu PKK karena peserta dapat belajar sekaligus mempraktikkan langsung cara membuat buket uang.

“Kegiatannya menarik dan menyenangkan karena kami bisa langsung mencoba membuat buket sendiri. Sebelumnya mungkin hanya melihat buket yang sudah jadi, sekarang jadi tahu bagaimana proses membuat dan menghiasnya,” ungkap Ibu Sariatun.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun menjadi kegiatan produktif yang berpotensi memberikan tambahan penghasilan.

“Semoga setelah kegiatan ini ibu-ibu bisa terus mencoba dan berkreasi. Kalau bisa dikembangkan menjadi usaha, tentu akan menjadi hal yang bagus dan bermanfaat untuk menambah kegiatan produktif ibu-ibu,” lanjutnya.

Ibu Sariatun juga mengapresiasi mahasiswa KKN UIN Walisongo yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh keterampilan baru melalui kegiatan ekonomi kreatif.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah memberikan kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu untuk terus berkarya,” tambahnya.

Pelatihan pembuatan buket uang tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif. Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan membuat produk, tetapi juga dikenalkan pada sejumlah aspek yang penting dalam menghasilkan buket bernilai jual.

Mahasiswa KKN mendorong peserta memperhatikan kerapian, perpaduan warna, komposisi ornamen, dan tampilan akhir produk. Hal tersebut penting agar buket tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya saing ketika dikembangkan sebagai produk usaha.

Antusiasme ibu-ibu PKK selama praktik menunjukkan bahwa keterampilan kreatif dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif di lingkungan masyarakat. Dengan bahan yang relatif mudah diperoleh dan proses yang dapat dipelajari, pembuatan buket uang berpotensi dikembangkan secara bertahap dari rumah.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap keterampilan membuat buket uang dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu PKK Desa Lumansari untuk terus berkreasi dan melihat peluang ekonomi dari produk sederhana.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan kreativitas, kemauan belajar, dan kemampuan melihat peluang, produk sederhana seperti buket uang dapat dikembangkan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 179
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN