Kendal, JatengNews.id— Sebanyak 30 siswa SDN 1 Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, belajar membuat totebag ecoprint bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang, Rabu (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan kreativitas berbasis lingkungan sekaligus mengajak siswa memanfaatkan bahan alami di sekitar mereka.
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa KKN dari Divisi Ekonomi Kreatif serta Divisi Pendidikan dan Agama. Peserta terdiri atas siswa kelas IV, V, dan VI SDN 1 Lumansari.
Melalui praktik ecoprint, siswa dikenalkan pada teknik menciptakan motif dan warna alami pada kain dengan memanfaatkan daun dan bunga. Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya kreatif.
Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai ecoprint. Mahasiswa KKN menjelaskan pengertian, bahan yang dapat digunakan, serta tahapan sederhana dalam membuat motif pada totebag.
Para siswa kemudian diperkenalkan dengan berbagai jenis daun dan bunga yang dapat menghasilkan bentuk serta pola berbeda. Setelah itu, mereka bebas memilih bahan sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Siswa mulai menyusun daun dan bunga di atas permukaan totebag untuk membentuk pola yang diinginkan. Mahasiswa KKN mendampingi proses tersebut agar siswa dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias ketika menentukan sendiri bentuk, susunan, dan komposisi daun yang akan digunakan pada totebag mereka.
Salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Nadya, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman belajar melalui praktik secara langsung.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan. Melalui ecoprint, mereka bisa belajar bahwa dari bahan sederhana seperti daun dan bunga yang ada di sekitar, ternyata bisa dibuat menjadi sebuah karya yang menarik dan memiliki nilai guna,” ujar Nadya.
Menurutnya, ecoprint juga dapat menjadi media untuk menumbuhkan kreativitas siswa sejak dini. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan ruang untuk menentukan motif dan pola sesuai dengan imajinasi masing-masing.
“Kami berharap anak-anak tidak takut untuk berkreasi. Mereka bisa melihat bahwa membuat karya kreatif tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal. Justru dari lingkungan sekitar pun kita bisa menghasilkan sesuatu yang unik,” tambahnya.
Guru SDN 1 Lumansari, Ibu Jannah, menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang tersebut. Menurutnya, pembelajaran melalui praktik membuat siswa lebih antusias karena mereka dapat menghasilkan karya secara langsung.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka bisa belajar sambil membuat karya sendiri. Selain menambah kreativitas, kegiatan seperti ini juga mengenalkan kepada anak-anak bahwa bahan yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Ibu Jannah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong siswa untuk lebih berani mencoba kegiatan kreatif.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari mahasiswa KKN. Semoga kegiatan seperti ini bisa memberikan pengalaman baru bagi anak-anak dan membuat mereka semakin kreatif serta berani mencoba hal-hal baru,” lanjutnya.
Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo, kegiatan ecoprint menjadi salah satu bentuk edukasi yang menggabungkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan keterampilan. Sementara bagi siswa, totebag hasil praktik menjadi karya yang dapat dibawa pulang sekaligus menjadi pengalaman dalam mengenal kerajinan berbasis bahan alami.
Kegiatan tersebut juga mengenalkan kepada siswa bahwa daun dan bunga yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan karya bernilai estetika.
Melalui kegiatan bertajuk “Jejak Daun di Atas Kain”, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap siswa SDN 1 Lumansari dapat terus mengembangkan kreativitas sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Ecoprint menjadi contoh bahwa pembelajaran kreatif tidak harus menggunakan bahan yang mahal. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar, siswa dapat belajar menghasilkan karya sekaligus memahami pentingnya memanfaatkan lingkungan secara bijak.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 179
Editor: R. D. Pramesti





