GROBOGAN, Jatengnews.id – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 54 menghadirkan inovasi digital di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, melalui program “Satu Scan, Banyak Cerita”, Selasa (25/8/2026).
Program ini memanfaatkan kode QR untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi tentang potensi desa, mulai dari wisata, produk unggulan, hingga profil kelembagaan desa.
Kode QR dipasang di sejumlah lokasi strategis, seperti balai desa, tempat wisata, dan sentra usaha warga. Saat dipindai menggunakan ponsel, kode tersebut mengarahkan pengguna ke informasi terkait lokasi atau potensi desa.
Mahasiswa KKN UPGRIS 54 Muhammad Ibnu Rafi’ mengatakan, inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas informasi tentang Desa Penadaran.
“Kami ingin masyarakat, terutama yang datang dari luar desa, tidak kesulitan mencari informasi tentang Penadaran. Cukup scan satu kode QR, mereka sudah bisa tahu potensi apa saja yang ada di sini,” ujarnya.
Program tersebut juga mendapat sambutan positif dari pemuda desa. Pemuda Karang Taruna Desa Penadaran, Wisnu Adi, menilai program itu bermanfaat untuk mengenalkan potensi desa sekaligus meningkatkan pemahaman teknologi.
“Program ini keren dan sangat bermanfaat, apalagi buat kami anak muda di sini. Selain jadi lebih paham teknologi, kami juga jadi lebih bangga karena desa kami punya potensi yang bisa dikenal lebih luas lagi,” katanya.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi, survei lokasi, pembuatan konten informasi, hingga pemasangan kode QR. Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap digitalisasi informasi Desa Penadaran dapat terus dikembangkan secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Jaka N





