Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Ibu Hamil dengan Pangan Lokal

Berdasarkan data yang diperoleh mahasiswa KKN dari bidan desa setempat, jumlah kasus stunting di Desa Jirapan tercatat sebanyak 35 kasus pada Januari 2026.

SRAGEN, Jatengnews.id – Upaya pencegahan stunting terus didorong sejak masa kehamilan. Hal itu dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melalui edukasi gizi berbasis bahan pangan lokal bagi ibu hamil di Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Program bertajuk “Cukup Gizi, Lokal Bergizi, Stunting Pergi” tersebut digelar pada Senin (3/8/2026) dengan menyasar ibu hamil di Desa Jirapan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja multidisiplin dua yang mengusung fokus Peningkatan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa. Program tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan serta kesehatan ibu dan anak.

Program edukasi tersebut digagas sebagai tindak lanjut dari persoalan stunting yang sebelumnya dibahas dalam Musyawarah Desa Rembug Stunting pada Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan data yang diperoleh mahasiswa KKN dari bidan desa setempat, jumlah kasus stunting di Desa Jirapan tercatat sebanyak 35 kasus pada Januari 2026. Angka tersebut meningkat menjadi 43 kasus pada Februari dan mencapai puncaknya sebanyak 50 kasus pada Maret.

Pada April, jumlah kasus tercatat 49 kasus, kemudian turun menjadi 35 kasus pada Mei, sebelum kembali meningkat menjadi 48 kasus pada Juni 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN untuk turut mengambil peran melalui edukasi preventif, terutama kepada ibu hamil yang menjadi salah satu kelompok penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

“Melihat data tersebut, kami merasa penting untuk turun langsung memberikan edukasi kepada ibu hamil, karena pencegahan stunting yang paling efektif justru dimulai sejak masa kehamilan, bukan setelah anak lahir,” ujar Hanifah Salma Addinar, salah satu anggota tim KKN sekaligus mahasiswa Kesehatan Masyarakat yang menginisiasi program tersebut.

Dalam penyuluhan, mahasiswa memperkenalkan konsep “Isi Piringku” dengan memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal yang mudah ditemukan masyarakat Desa Jirapan.

Pilihan makanan tersebut antara lain singkong dan ubi jalar sebagai sumber makanan pokok. Sementara untuk memenuhi kebutuhan protein, mahasiswa mengenalkan ikan teri serta tahu dan tempe.

Adapun sayuran seperti daun kelor dan bayam turut diperkenalkan karena mengandung sejumlah zat gizi yang dibutuhkan selama masa kehamilan, termasuk zat besi dan asam folat.

Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa KKN juga menggunakan poster visual yang berisi panduan gizi bagi ibu hamil. Media tersebut dapat ditempel di posyandu maupun balai desa sehingga informasi dapat terus diakses masyarakat.

Poster juga dirancang agar praktis dibawa oleh ibu hamil sebagai pengingat dalam memilih dan mengatur makanan sehari-hari.

Tak hanya menyampaikan materi, kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung mengenai pola makan, kebutuhan gizi, maupun berbagai keluhan yang mereka alami selama masa kehamilan.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat edukasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat membantu ibu hamil memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi bagian penting dalam program ini. Mahasiswa KKN mendorong masyarakat agar tidak selalu bergantung pada bahan pangan yang mahal atau sulit diperoleh untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Dengan mengoptimalkan sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, pemenuhan gizi diharapkan menjadi lebih mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.

Program “Cukup Gizi, Lokal Bergizi, Stunting Pergi” turut mendukung SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui optimalisasi potensi pangan lokal. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mendorong pencegahan stunting.

Melalui edukasi tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap ibu hamil di Desa Jirapan semakin memahami pentingnya asupan gizi seimbang sejak masa kehamilan.

Pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting.

Dengan pencegahan yang dimulai sejak kehamilan dan didukung keterlibatan masyarakat, upaya menekan angka stunting di Desa Jirapan diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.




Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN