30 C
Semarang
, 13 April 2024
spot_img

Kronologi Seorang Pekerja Meninggal Saat Bongkar Tower Seluler

Tegal, JatengNews.id – Berikut kronologi seorang pekerja bongkaran tower meninggal saat melakukan pembongkaran bekas tower seluler di Tegal.

Seorang pekerja bongkaran tower meninggal usai melakukan pembongkaran sebuah bekas tower seluler setinggi 50 meter di Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Kejadian tersebut menimpa Muhamad Aris (39) tahun warga Sumber Pucung kabupaten Malang, Rabu (20/3/24) pagi sekira pukul 09.30 WIB.

Baca juga: 10 ABK Hilang Kontak di Perairan Samudera Hindia, Hari Ini Masih Pencarian SAR Gabungan

Kepala Basarnas Semarang Budiono menyampaikan, sebanyak 7 pekerja bongkaran tower hendak membongkar tower seluler yang sudah tidak terpakai. Korban saat itu mendahului yang lain naik duluan untuk melepas besi tower.

Setiba diatas tower, korban langsung melakukan pelepasan baut. Saat melepas salah satu besi yang berada diatas, tiba-tiba besi tersebut terjatuh dan menimpa leher korban.

“Posisi leher korban terjepit diantara dua besi sehingga diduga ada cedera fraktur pada tulang leher yang mengakibatkan kematian,” ungkap  Budiono.

Petugas dari Basarnas Unit Siaga SAR Pemalang harus ekstra hati-hati saat mengevakuasi korban. Hal tersebut karena medannya berbahaya di ketinggian 50 meter dimana ada kesalahan bisa berakibat fatal.

“Tim harus memposisikan diri aman dahulu sebelum mengevakuasi korban. Besi yang harus disingkirkan dari tubuh korban juga cukup berat mencapai puluhan kilogram sehingga butuh kehati-hatian,” tambah Budiono dalam keterangannya.

Baca juga: Kronologi 2 Santri Meninggal Usai Terjang Banjir di Grobogan

Setelah 3 jam tim berjibaku, akhirnya korban berhasil dievakuasi dari atas. Berdasarkan kesaksian dari rekan korban, saat kejadian sebenarnya korban masih hidup dan sempat berteriak minta tolong. Namun karena diduga kehabisan nafas dan juga ada cedera leher, korban diperkirakan sudah meninggal saat tim SAR mencapai lokasi.

“Saat tim tiba diatas, korban sudah tidak bernafas lagi. Setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya Korban dibawa ke RS.Soesilo Slawi untuk divisum,” pungkas Budiono. (01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN