31 C
Semarang
, 13 Desember 2025
spot_img

KKN UIN Walisongo Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Campurejo Buat Sabun Cuci Piring Alami dari Daun Jeruk dan Serai

Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan serta memperkenalkan inovasi sabun ramah lingkungan berbahan alam

Kendal, JatengNews — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 15 UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan sabun cuci piring alami berbahan daun jeruk dan serai.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus upaya memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (toga) yang banyak tumbuh di setiap wilayah Desa Campurejo.

Baca juga: KKN UIN Walisongo Kunjungi Sentra Genteng Krajan Timur, Pelajari Proses Produksi dan Tantangan Pengrajin Lokal

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan serta memperkenalkan inovasi sabun ramah lingkungan berbahan alami.

Daun jeruk dan serai dipilih karena mudah ditemukan di taman toga warga, memiliki sifat antibakteri alami, serta memberikan aroma segar.

Setelah sesi sosialisasi, para peserta diajak untuk mengikuti praktik langsung pembuatan sabun cuci piring cair, menggunakan bahan utama daun jeruk, serai, texapon, serta tambahan bahan alami lain yang mudah diperoleh.

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN UIN Walisongo Posko 15, Inayati Aziz, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu PKK.

“Kami ingin mengajak ibu-ibu PKK Desa Campurejo memanfaatkan tanaman toga yang ada di sekitar rumah. Daun jeruk dan serai yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur ternyata bisa diolah menjadi sabun alami yang wangi dan efektif untuk mencuci piring,” ujarnya.

Suasana praktik berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para ibu terlihat aktif mengikuti setiap tahap pembuatan, mulai dari menggiling bahan, mencampur cairan, hingga mengemas hasil sabun buatan mereka. Banyak peserta yang tertarik untuk mempraktikkan kembali di rumah.

Ketua PKK Desa Campurejo, Warti, turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo atas kegiatan bermanfaat tersebut.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah mengajarkan keterampilan baru ini. Biasanya taman toga hanya untuk tanaman obat, tapi sekarang kami tahu bisa dimanfaatkan untuk membuat sabun cuci piring yang segar dan wangi,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian sampel sabun hasil karya peserta dan sesi foto bersama antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat Desa Campurejo untuk semakin kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan dengan beralih ke produk alami yang ramah lingkungan.

Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hadiri Pembukaan Jambore Relawan Penanggulangan Bencana di Kendal

Demikian informasi mengenai mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 15 ajak ibu-ibu PKK Desa Campurejo membuat sabun cuci piring alami dari daun jeruk dan serai sebagai upaya kreatif dan ramah lingkungan. Semoga bermanfaat. (07)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN