31 C
Semarang
, 13 Desember 2025
spot_img

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hadiri Pembukaan Jambore Relawan Penanggulangan Bencana di Kendal

Agenda kegiatan mencakup penyampaian materi di kelas, praktik lapangan, permainan, hingga simulasi penanganan bencana.

Kendal, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 18 UIN Walisongo Semarang hadir dalam acara pembukaan Jambore Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Blimbing, Kecamatan Boja, pada Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan Jambore ini berlangsung selama dua hari dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas dan keterampilan relawan dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.

Agenda kegiatan mencakup penyampaian materi di kelas, praktik lapangan, permainan, hingga simulasi penanganan bencana.

Lebih dari 300 relawan dari 27 komunitas, lembaga, organisasi, dan instansi pemerintah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Baca juga: KKN UIN Walisongo Kunjungi Sentra Genteng Krajan Timur, Pelajari Proses Produksi dan Tantangan Pengrajin Lokal

Para peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain BPBD Kendal, Tagana, Damkar, Baznas Tanggap Bencana, PMI, Pramuka Peduli, Ubaloka, MDMC, Kokam, Orari, Rapi, Senkom, serta sejumlah organisasi pecinta alam dan tim SAR lainnya.

Ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kendal sekaligus ketua panitia, Bobby Teguh Udianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pengetahuan dan kemampuan para relawan.

“Tujuan Jambore ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan tentang kebencanaan,” jelasnya.

Acara pembukaan juga dihadiri oleh sejumlah narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, Kantor SAR Semarang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta anggota DPRD Kendal.

Sebagai puncak acara, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Bu Tika mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

“Kejadian bencana bisa datang kapan pun, sehingga kita semua harus selalu waspada dan siap siaga,” tegasnya.

Beliau menambahkan bahwa Jambore ini memiliki nilai strategis karena memberikan pembelajaran langsung bagi para relawan.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi wadah berbagi ilmu, keterampilan, dan pengalaman penting dalam penanggulangan bencana,” pungkas Bu Tika.

Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami pentingnya peran kolaboratif dalam membangun ketangguhan bencana di Kabupaten Kendal.

Mereka juga belajar langsung dari para ahli dan praktisi kebencanaan tentang pentingnya kesiapsiagaan serta semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.

Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gali Semangat Warga Desa Limbangan Lewat Usaha Kopi Lokal

Demikian informasi mengenai mahasiswa KKN UIN Walisongo hadiri Jambore Relawan Penanggulangan Bencana Kendal, ajang peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan lintas instansi. Semoga bermanfaat. (07)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN