KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama National Paralympic Committee Karanganyar untuk pertama kalinya menggelar Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) 2026, Rabu (17/6/2026).
Ajang ini menjadi langkah strategis dalam pembinaan sekaligus penjaringan atlet pelajar disabilitas menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti sekitar 130 peserta yang terdiri atas atlet dan ofisial. Empat cabang olahraga dipertandingkan, yakni para atletik, para renang, para bulu tangkis, dan para tenis meja.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Agung Respati, mengatakan Peparpeda tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan mewakili Karanganyar pada Poparpeda tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Surakarta pada Agustus mendatang.
“Selain menjadi wadah pembinaan, kegiatan ini juga bertujuan menyeleksi atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi Poparpeda Jawa Tengah,” ujarnya.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan olahraga disabilitas. Menurutnya, seluruh atlet berhak mendapatkan fasilitas dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan prestasi.
“Lakukan yang terbaik untuk Kabupaten Karanganyar. Prestasi atlet-atlet Karanganyar selama ini sudah luar biasa dan harus terus ditingkatkan,” kata Rober saat membuka kegiatan.
Ia memastikan dukungan pemerintah tidak hanya berupa pembinaan, tetapi juga penyediaan fasilitas latihan dan kebutuhan atlet. “Tidak ada perbedaan. Semua akan kita fasilitasi. Atlet atletik berlatih di stadion, renang di Intanpari, dan kebutuhan lainnya juga akan terus kita dukung,” tegasnya.
Rober menilai penyelenggaraan Peparpeda menjadi motivasi penting bagi para penyandang disabilitas untuk terus berprestasi. Bahkan, Karanganyar menjadi salah satu daerah pertama di Jawa Tengah yang menggelar ajang tersebut, bersama Kabupaten Grobogan.
Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee Karanganyar, Trihono, menjelaskan peserta berasal dari tiga kategori ketunaan, yaitu tunagrahita, tunanetra, dan tunadaksa. Selain memperebutkan Piala Bupati Karanganyar, kompetisi ini juga menjadi sarana pemantauan atlet yang akan diproyeksikan tampil di tingkat provinsi.
“Ini Peparpeda pertama yang digelar di Karanganyar. Dari sini nanti akan dipilih atlet-atlet terbaik untuk persiapan Poparpeda tingkat provinsi pada Agustus mendatang,” ujar Trihono.
Ia berharap ajang tersebut mampu melahirkan atlet-atlet muda potensial yang dapat mengharumkan nama Karanganyar di tingkat Jawa Tengah maupun nasional.
“Melalui kompetisi ini diharapkan muncul atlet-atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama Karanganyar di tingkat Jawa Tengah maupun nasional,” pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N


