MinyaKita Diduga Berbau Solar, Warga Karanganyar Kembalikan Bantuan

Pengembalian dilakukan setelah warga menemukan aroma menyengat yang diduga menyerupai minyak tanah dan solar.

KARANGANYAR, Jatengnews.id  — Sejumlah warga penerima bantuan pangan tahun 2026 di Desa Gebyok dan Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, mengembalikan minyak goreng merek MinyaKita yang mereka terima.

Pengembalian dilakukan setelah warga menemukan aroma menyengat yang diduga menyerupai minyak tanah dan solar.

Ketua RT 02/RW 13 Desa Gebyok, Bibit Suwanto, mengatakan sedikitnya 15 warga di wilayahnya telah mengembalikan minyak goreng tersebut.

“Kalau di RT saya ada 15 warga yang mengembalikan. Minyaknya berbau minyak tanah. Saat ini minyak yang dikembalikan sudah kami serahkan ke pemerintah desa,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Menurut Bibit, bantuan MinyaKita diterima warga pada Senin lalu dengan jumlah 4 liter per penerima. Sebagian warga baru mengetahui adanya masalah setelah membuka kemasan untuk digunakan memasak.

“Ada yang sudah dipakai sedikit untuk memasak, tetapi karena baunya tidak wajar akhirnya sisanya dikembalikan,” katanya.

Ia menambahkan, keluhan serupa tidak hanya terjadi di wilayahnya, tetapi juga dilaporkan oleh warga di sejumlah daerah lainnya.

Sementara itu, Lurah Tegalgede, Bowo Budi Setyo, menginstruksikan seluruh warga penerima bantuan untuk mengembalikan minyak goreng yang diduga bermasalah ke kantor kelurahan.

Sekitar 850 warga di Kelurahan Tegalgede menerima bantuan MinyaKita. Berdasarkan laporan yang diterima, hanya minyak goreng yang mengalami masalah, sedangkan bantuan beras dalam kondisi baik.

“Beras tidak ada masalah. Yang bermasalah hanya minyaknya. Warga melaporkan minyak berbau minyak tanah dan solar, sehingga kami minta semuanya dikumpulkan dan dikembalikan ke kantor kelurahan,” tegasnya.

Pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan penyalur bantuan dan Bulog untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Koordinator Lingkungan (Korling) Kelurahan Tegalgede, Erwin Sasongko, menyebut kejadian ini baru pertama kali terjadi sejak penyaluran bantuan pangan tahun 2026.

“Ini pertama kali terjadi. Bantuan MinyaKita yang diterima warga sebanyak 4 liter per orang saat ini sedang kami kumpulkan untuk selanjutnya dikembalikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (Disdagperinnaker) Kabupaten Karanganyar, Agung, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan minyak goreng berbau minyak tanah dan solar tersebut.

“Kami sudah menerima laporan dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait temuan itu,” pungkasnya.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN