Pelabuhan Tanjung Emas Lakukan Uji Coba Automasi Penerbitan SPOG

Ini masih tahap awal, kita melakukan uji coba layanan dan alhamdulillah tadi sudah berhasil berjalan dengan baik.

SEMARANG, Jatengnews.id – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan uji coba layanan automasi penerbitan Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG) on-line di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Tahap awal penerapan sistem tersebut berjalan dengan baik dan akan terus dievaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas di pelabuhan seluruh Indonesia.

Kasubdit Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Angkutan Laut Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut, Anwarudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan uji coba layanan otomatis tersebut, termasuk jajaran KSOP, Pelindo, INSA dan ISAA.

“Ini masih tahap awal, kita melakukan uji coba layanan dan alhamdulillah tadi sudah berhasil berjalan dengan baik. Memang ada beberapa kendala, tetapi bisa kita selesaikan. Ke depan tentu akan terus dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan layanan ini,” ujar Anwarudin.

Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Emas dipilih sebagai lokasi uji coba karena memiliki posisi strategis dengan aktivitas pelayanan yang cukup kompleks. Keberhasilan penerapan sistem ini diharapkan menjadi acuan sebelum diterapkan di berbagai pelabuhan di Indonesia.

“Setelah layanan SPOG on-line ini, tentu akan ada beberapa layanan lain yang akan kita automasi. Namun semuanya tetap membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait,” katanya.

Anwarudin menjelaskan, layanan SPOG on-line pada dasarnya tetap dilakukan oleh petugas syahbandar untuk melakukan verifikasi terhadap permohonan yang diajukan oleh agen melalui sistem. Setelah permohonan masuk, sistem akan memberikan waktu maksimal 30 menit kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan.

Verifikasi tersebut meliputi identifikasi dokumen, kondisi lingkungan, aspek keselamatan pelayaran, serta persyaratan lain sebelum dilakukan otorisasi penerbitan SPOG elektronik.

“Layanan ini membantu meningkatkan pelayanan dan memberikan kepastian waktu bagi pengguna jasa. Sepanjang dokumen lengkap dan persyaratan terpenuhi, penerbitan SPOG dapat disetujui dalam waktu maksimal 30 menit,” jelasnya.

“Ia menambahkan, penerbitan SPOG tidak harus menunggu hingga batas waktu 30 menit. Apabila petugas telah memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, maka proses dapat dilakukan lebih cepat melalui sistem. Dalam hal ini petugas tetap menjadi pihak yang melakukan verifikasi dan otorisasi, sistem hanya membantu mempercepat proses serta memastikan layanan berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Ke depan, evaluasi teknis akan dilakukan bersama KSOP dan Pelindo untuk memastikan layanan SPOG on line berjalan optimal serta mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi pengguna jasa transportasi laut.

Sementara itu, Ketua Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Coki Nasution menjelaskan, digitalisasi layanan di sektor pelabuhan menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya mencegah praktik korupsi sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik.

Menurut Coki, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat mandat sebagai pengampu Stranas PK bersama sejumlah pihak, termasuk Kantor Staf Presiden (KSP), untuk mendorong berbagai program pencegahan korupsi. Salah satu fokusnya adalah penerapan layanan pelabuhan berbasis elektronik.

“Ini adalah strategi nasional pencegahan korupsi. Kebetulan KPK ditunjuk sebagai Stranas PK dan ada lima pihak pengampu. Salah satunya kita mendorong program terkait pelayanan secara elektronik,” ujar Coki.

Ia menyebut uji coba penerapan layanan elektronik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang berjalan baik. Program tersebut diharapkan dapat segera diterapkan secara lebih luas sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif dan transparan.

Coki menambahkan, sebelumnya pihaknya juga telah mendorong penerapan sistem single billing untuk pembayaran kewajiban di pelabuhan. Nantinya, pembayaran tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan melalui sistem digital.

“Tujuannya untuk transparansi, efisiensi, dan mendorong biaya pelayanan yang lebih baik. Kita harapkan ke depan sistem ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang Aries Wibowo menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan uji coba layanan otomatis berbasis elektronik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Menurut Aries, Pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu lokasi yang ditunjuk untuk pelaksanaan percontohan atau uji coba layanan tersebut. Uji coba awal telah dilakukan dan berjalan dengan baik, meski masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan oleh tim pusat.

“Kami mendukung atas ini, karena lokasi kami ditunjuk menjadi percontohan atau uji coba untuk layanan otomatis. Tadi juga sudah dilakukan uji coba, mungkin masih ada sedikit perbaikan dari tim pusat, kami tinggal menunggu,” ujar Aries.

Aries berharap penerapan sistem baru tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan di Pelabuhan Tanjung Emas. Yang kemarin sudah baik, ke depan akan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Penulis   : Alif Nazzala Rizqi

Editor      : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN