SUKOHARJO, Jatengnews.id  – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Sukoharjo, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo diterpa kabar mengejutkan.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (9/7/2026).
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai perkara yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo tersebut.
Sebelum diamankan, Etik masih menjalankan sejumlah agenda kedinasan. Ia sempat menyerahkan bantuan air bersih kepada masyarakat, kemudian melanjutkan kegiatan di Batalyon Infanteri. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan tersebut, Etik pulang sebelum akhirnya dikabarkan diamankan oleh tim KPK.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, belum diketahui secara pasti apakah Etik diamankan di rumah dinas atau di kantornya. Setelah diamankan, ia disebut dibawa ke Mapolresta Surakarta sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pasca-OTT, tim KPK juga melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo. Ruang Bagian Umum di lantai 8 dan ruang Asisten I di lantai 9 dipasangi segel untuk kepentingan penyidikan.
Saat proses penyegelan berlangsung, petugas melarang awak media mengambil dokumentasi.
“Maaf, Mas. Atas perintah penyidik KPK, untuk sementara tidak boleh mengambil gambar penyegelan,” ujar seorang petugas.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengaku belum dapat memberikan banyak keterangan karena masih menunggu penjelasan resmi dari KPK terkait perkara yang sedang ditangani.
“Kami belum bisa menyampaikan banyak karena masih menunggu apa sebenarnya poin atau persoalan yang sedang ditangani. Kami menunggu rilis resmi atau keterangan dari KPK,” ujarnya.
Eko juga meminta doa agar seluruh pihak yang sedang dimintai keterangan diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalani proses hukum.
Meski demikian, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat serta roda pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal.
“Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasa, tetap tenang. Proses pemerintahan tetap berjalan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, KPK belum menyampaikan keterangan resmi mengenai konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam OTT tersebut.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N


