Demak, JatengNews.id– Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 118 membantu mengembangkan pemasaran digital usaha gethuk goreng milik Pak Suharto dan Bu Meilda di Desa Mojodemak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jumat (31/7/2026).
Pendampingan dilakukan dengan membuat konten promosi melalui TikTok dan Instagram serta membantu mencantumkan lokasi usaha di Google Maps.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung pelaku UMKM lokal agar produknya lebih mudah dikenal dan dijangkau masyarakat. Selain pendampingan pemasaran, mahasiswa juga mengikuti secara langsung proses pembuatan gethuk goreng untuk memahami proses produksi dan potensi pengembangan usaha.
Proses pembuatan gethuk goreng dijelaskan langsung oleh Pak Suharto. Produksi diawali dengan mengupas singkong, kemudian mengukusnya hingga matang. Singkong yang telah matang selanjutnya ditumbuk sampai halus sebelum dibentuk.
“Prosesnya dimulai dari sore dengan mengupas singkong yang kemudian dikukus hingga matang. Setelah matang, singkong ditumbuk hingga halus dan siap untuk dibentuk,” jelas Pak Suharto.
Adonan singkong yang telah halus kemudian dipipihkan menggunakan kayu. Setelah itu, adonan diberi isian gula pasir sekitar satu sendok teh dan dicetak menggunakan cetakan.
Bu Meilda menjelaskan, adonan yang telah dibentuk selanjutnya dimasukkan ke dalam freezer sebelum digoreng. Menurutnya, proses pendinginan tersebut diperlukan agar gethuk tidak terlalu banyak menyerap minyak saat digoreng.
“Kalau adonan tidak didinginkan kemudian langsung digoreng, itu akan menyerap minyak lebih banyak,” ujar Bu Meilda.
Gethuk yang telah selesai diproses kemudian dijual pada pagi hari setelah waktu Subuh. Lokasi penjualan berada di seberang SDN Mojodemak 1 dan biasanya berlangsung hingga dagangan habis sekitar waktu Dzuhur.
KKN UIN Walisongo Kenalkan UMKM melalui Media Sosial
Selain mempelajari proses produksi, mahasiswa KKN Posko 118 melihat pemasaran digital sebagai salah satu peluang untuk memperluas jangkauan usaha. Mahasiswa kemudian membuat video yang menampilkan proses pembuatan sekaligus produk gethuk goreng untuk dipublikasikan melalui TikTok dan Instagram.
Pemanfaatan media sosial tersebut diharapkan dapat membuat produk gethuk goreng Mojodemak tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga menjangkau calon konsumen dari luar wilayah Desa Mojodemak.
Mahasiswa KKN juga membantu mencantumkan lokasi usaha ke Google Maps. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan calon pembeli menemukan lokasi penjualan ketika mencari informasi mengenai produk secara daring.
Dengan adanya informasi lokasi secara digital, masyarakat yang tertarik membeli gethuk goreng dapat mengetahui titik penjualan dengan lebih mudah dan mendatangi lokasi usaha secara langsung.
Pendampingan ini menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa KKN UIN Walisongo terhadap pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Produk kuliner yang telah diproduksi secara turun-temurun dapat diperkuat dengan strategi pemasaran digital agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
Melalui kombinasi pengenalan produk, pembuatan konten media sosial, dan pencantuman lokasi usaha di Google Maps, KKN UIN Walisongo Posko 118 berharap usaha gethuk goreng Pak Suharto dan Bu Meilda semakin mudah ditemukan serta dikenal oleh masyarakat.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti





