KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Karanganyar mulai mempersiapkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027.
Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan, saat ini tahapan Pilkades memasuki proses sosialisasi. Pemkab bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga mulai menyiapkan langkah pengamanan agar seluruh tahapan berjalan kondusif.
“Sejak hari ini sosialisasi, kemudian ada tahapan-tahapan persiapan. Nanti proses-proses yang lain,” kata Rober, Senin (10/8/2026).
Pilkades serentak akan digelar di 144 desa yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Jadwal Februari 2027 telah dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi daerah, termasuk momentum Ramadan.
Terkait besaran subsidi untuk masing-masing desa, Rober mengatakan masih akan dibahas bersama pimpinan DPRD Karanganyar.
“Nanti kita bahas dengan Pak Ketua DPR untuk subsidi per desa,” ujarnya.
Rober menegaskan, pelaksanaan Pilkades menjadi tanggung jawab bersama. Unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, pengadilan, DPRD, dan lembaga terkait akan dilibatkan untuk menjaga keamanan.
“Hari ini kita kesepakatan dengan Pak Kapolres, Pak Dandim, Kejaksaan, kemudian Ketua PN, Ketua Pengadilan Agama, Ketua DPRD. Ini dalam rangka kita bersama-sama akan ikut terlibat untuk kenyamanan, aman semuanya, sampai pemilihan yang akan datang,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan, polisi belum melakukan pemetaan secara detail terkait potensi kerawanan Pilkades karena tahapan masih panjang.
“Rasanya masih terlalu jauh kalau kita membicarakan tentang potensi kerawanan. Kita ikuti prosesnya saja dulu,” kata Arman.
Meski begitu, Polres Karanganyar memastikan pengamanan akan disiapkan pada setiap tahapan Pilkades.
“Pasti kita siapkan. Dari setiap proses pentahapan Pilkades ini, dari setiap tahapan, kita akan menyiapkan pengamanan,” tegasnya.
Arman juga mengimbau seluruh calon kepala desa mengikuti proses secara fair dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik maupun gesekan di masyarakat.
“Ikuti semua prosesnya dengan baik, dengan fair, dan tentunya tidak menimbulkan potensi-potensi kerawanan yang berpotensi terjadinya konflik-konflik dan gesekan-gesekan di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N





