KKN UIN Walisongo Kunjungi UMKM Pisang Sale Desa Lanji, Dorong Inovasi dan Pemasaran Produk Lokal

Kisah UMKM pisang sale yang bertahan lebih dari dua dekade menjadi inspirasi mahasiswa KKN untuk menggali potensi dan inovasi usaha lokal.

Kendal, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 22 UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan ke UMKM pisang sale milik Mustafidah Aryati di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang digagas Divisi Ekonomi Kreatif tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengenali potensi usaha lokal sekaligus menggali strategi pengembangan UMKM di desa.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berdiskusi langsung dengan Mustafidah mengenai perjalanan usaha, proses produksi, legalitas, hingga peluang pengembangan dan pemasaran produk pisang sale.

Mustafidah menceritakan bahwa usaha pisang sale yang dirintisnya sejak awal 2000-an berawal dari hasil panen kebun keluarga.

Saat itu, pisang yang dihasilkan kurang diminati konsumen jika dijual dalam kondisi segar. Kondisi tersebut kemudian mendorongnya mengolah pisang menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

“Yang saya harapkan adalah semua orang bisa membuat pisang sale dan dapat meningkatkan pemasarannya,” ujar Mustafidah.

Dalam proses produksinya, pisang yang digunakan harus berada dalam kondisi matang agar menghasilkan rasa manis alami. Bahan baku diperoleh dari wilayah Kaliwungu, kemudian diiris tipis dan dijemur menggunakan sinar matahari.

Lama penjemuran bergantung pada kondisi cuaca. Ketika matahari cukup terik, proses pengeringan dapat dilakukan sekitar satu hari hingga kadar air pisang berkurang. Setelah kering, pisang dilapisi adonan berbahan tepung beras dan sedikit gula pasir sebelum digoreng.

Proses penggorengan menggunakan api besar menghasilkan tekstur renyah di bagian luar dengan bagian dalam yang tetap lembut.

Produk yang telah melalui seluruh tahapan produksi tersebut dapat bertahan hingga sekitar satu bulan sehingga dapat dipasarkan sebagai camilan maupun oleh-oleh.

Selain mempertahankan kualitas produk, Mustafidah juga memperhatikan aspek legalitas usaha. UMKM yang dikelolanya telah memiliki izin usaha sejak 2020 dan memperoleh Sertifikat Halal pada 2022.

Legalitas tersebut menjadi salah satu aspek yang dipelajari mahasiswa KKN dalam melihat pengembangan UMKM secara lebih menyeluruh.

Menurut mahasiswa, keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha membangun kepercayaan konsumen dan memperluas pemasaran.

Kegiatan kunjungan juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menggali peluang inovasi pemasaran. Mahasiswa KKN menilai produk pisang sale memiliki potensi untuk menjangkau pasar yang lebih luas apabila didukung dengan strategi promosi yang kreatif dan pemanfaatan teknologi digital.

Bagi mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran bahwa potensi ekonomi lokal dapat berkembang melalui kreativitas dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk bernilai jual.

Program Divisi Ekonomi Kreatif ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari proses usaha secara langsung, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bertukar gagasan mengenai inovasi dan pemasaran produk lokal.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa KKN berharap hubungan dengan pelaku UMKM di Desa Lanji dapat terus berlanjut dan membuka peluang pendampingan dalam pengembangan usaha.

Upaya tersebut diharapkan turut memperkuat daya saing produk lokal serta mendorong potensi ekonomi Desa Lanji agar semakin dikenal masyarakat luas.

Penulis: Tim Mahasiswa
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN