KENDAL, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 menggelar edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Balai Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja multidisiplin bertema “Penguatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Cepiring yang Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan.”
Edukasi diikuti perangkat desa, perwakilan RT dan RW, kader PKK, serta masyarakat dari sejumlah wilayah di Desa Cepiring. Keterlibatan perwakilan tiap wilayah diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi sekaligus mendorong penerapan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Persoalan sampah rumah tangga menjadi salah satu latar belakang kegiatan tersebut. Sampah organik dan anorganik yang masih tercampur sejak dari rumah dinilai dapat menyulitkan proses pengelolaan berikutnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip mengajak masyarakat memahami bahwa pemilahan sampah dari sumbernya merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai jenis-jenis sampah beserta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan. Peserta kemudian mendapatkan pemahaman mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik sebelum diperkenalkan dengan sejumlah metode pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Salah satu konsep yang diperkenalkan yakni bank sampah anorganik. Sampah seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, dan kaca yang masih memiliki nilai jual dapat dipisahkan, dikumpulkan, kemudian disetorkan ke bank sampah maupun pengepul.
Dengan mekanisme tersebut, sampah yang sebelumnya hanya dibuang dapat kembali dimanfaatkan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk sampah organik, mahasiswa memperkenalkan konsep bank sampah organik yang dapat menampung sisa makanan, sayuran, daun, kulit buah, serta berbagai sampah organik rumah tangga lainnya untuk kemudian diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Peserta juga mendapatkan gambaran mengenai sistem kerja dan peran masyarakat dalam pengelolaan bank sampah. Tidak hanya itu, mahasiswa turut menunjukkan contoh laporan keuangan sebagai gambaran agar pengelolaan bank sampah dapat berjalan secara tertib, teratur, dan transparan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga mengenalkan pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan EM4 dan air cucian beras. Pemanfaatan bahan tersebut menjadi salah satu alternatif dalam mengolah sampah organik agar memiliki manfaat lebih lanjut, termasuk sebagai pupuk bagi tanaman.
Tak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN Undip turut membawa dan memperkenalkan mesin pencacah sampah organik. Alat tersebut berfungsi memperkecil ukuran sampah sehingga proses pengolahan menjadi lebih mudah.
Sampah yang telah dicacah selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan sampah organik, termasuk sebagai bahan pembuatan eco enzyme dari sisa buah dan sayuran.
Demonstrasi alat dan proses pengolahan dilakukan secara langsung di hadapan peserta. Pendekatan tersebut membuat masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga dapat melihat gambaran penerapan pengelolaan sampah secara nyata di lingkungan mereka.
Ketua RT 14 RW 2 Desa Cepiring, Edy Purnomo, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan menarik karena tidak hanya berupa penjelasan, tetapi juga dilengkapi praktik dan demonstrasi.
“Kegiatan sosialisasi ini menurut saya sangat bagus dan menarik. Pesertanya sudah cukup merata karena setiap RW memiliki perwakilan. Penyampaian materi juga tidak hanya bersifat teoritis, tetapi disertai dengan demonstrasi secara langsung, sehingga lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat,” ujar Edy.
Pelaksanaan program melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang yang tergabung dalam KKN Tim II Undip. Mereka berkolaborasi dalam menyiapkan materi, membuat alat, melakukan demonstrasi, memberikan edukasi, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat Desa Cepiring mulai membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Setelah pemilahan berjalan, pengelolaan sampah diharapkan dapat dikembangkan sesuai potensi dan kondisi masing-masing wilayah.
Pengelolaan tersebut dapat dilakukan melalui penguatan bank sampah untuk sampah anorganik maupun pemanfaatan sampah organik menjadi berbagai produk yang bernilai guna.
Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, edukasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah Desa Cepiring yang lebih tertata, mandiri, dan berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





